CLOCK


Mutiara Harian

Showing posts with label kerja. Show all posts
Showing posts with label kerja. Show all posts

Wednesday, March 18, 2015

UKURAN TRUK DAN CONTAINER

Truk Box Ban Dobel - 6 Roda :
Ukuran Box : 400 cm x 190 cm x 185 cm
Volume : 14 kubik
Berat Maksimal Muat : 4.000 kg / 4 Ton

Truk Bak Ban Dobel - 6 Roda :
Ukuran Box : 400 cm x 200 cm x 190 cm
Volume : 15 kubik
Berat Maksimal Muat : 4.000 kg / 4 Ton

Truk Fuso Engkel Bak :
Ukuran Bak : 600 cm x 225 cm x 220 cm
Volume : 29 kubik
Berat Maksimal Muat : 7.000 kg / 7 Ton

Truk Bak Tronton :
Ukuran bag. dalam box : 700 cm x 240 cm x 210 cm
Volume : 34 kubik
Berat Maksimal Muat : 12.000 kg - 12 Ton

Truk Wing Box Tronton :
Ukuran bag. dalam box : 885 cm x 240 cm x 210 cm
Volume : 45 kubik
Berat Maksimal Muat : 18.000 kg / 18 Ton

Kontainer Ukuran 20 Feet :
Ukuran Luar : 6.058 X 2.438 X 2.591 M
Ukuran Dalam : 5.919 X 2.340 X 2.380 M
Volume : 33 kubik
Berat Maksimal Muat : 20 TON

Kontainer Ukuran 40 Feet :
Ukuran Luar : 12.19 X 2.43 X 2.59 M
Ukuran Dalam : 12.04 X 2.30 X 2.37 M
Volume : 67 kubik
Berat Maksimal Muat : 27 TON

Ukuran Peti kemas / container
Container 20’ Dry Freight (20 feet)
Ukuran luar             : 20’ (p) x 8’ (l) x 8’ 6” (t)
Atau
: 6.058 x 2.438 x 2.591 m
Ukuran dalam         : 5.919 x 2.340 x 2.380 m
Kapasitas                : Cubic Capacity         : 33 Cbm
Pay Load                   : 22.1 ton
Container 40’ Dry Freight (40 feet)
Ukuran luar             : 40’ (p) x 8’ (l) x 8’ 6” (t)
Atau
: 12.192 x 2.438 x 2.591 m
Ukuran dalam         : 12.045 x 2.309 x 2.379 m
Kapasitas                : Cubic Capacity         : 67,3 Cbm
Pay Load                   : 27,396 ton
Container 40’ High Cube Dry
Ukuran luar        : 40’ (p) x 8’ (l) x 9’ 6” (t)
Atau
: 12.192 x 2.438 x 2.926 m
Ukuran dalam         : 12.045 x 2.347 x 2.684 m
Kapasitas                : Cubic Capacity         : 76 Cbm
Pay Load                   : 29,6 ton

Ukuran muatan dalam pembongkaran/pemuatan kapal peti kemas dinyatakan dalam TEU (twenty foot equivalent unit). Oleh karena ukuran standar dari peti kemas dimulai dari panjang 20 feet, maka satu peti kemas 20’ dinyatakan sebagai 1 TEU dan peti kemas 40’ dinyatakan sebagai 2 TEU atau sering juga dinyatakan delam FEU (fourty foot equivalent unit)
Truk merupakan sebuah kendaraan transportasi yang juga masuk kategori alat berat. Truk adalah kendaraan angkutan jalan raya dengan spesifikasi tertentu yang dipergunakan untuk mengangkut barang dalam ukuran besar dan berat. Sebagai kendaraan berat, truk harus memenuhi persyaratan dalam rancang bangun sesuai dengan sertifikat rancang bangunnya.  Dengan demikian, ketika menentukan karoseri untuk sebuah truk tidak bisa sembarangan. Hal ini diatur dengan mempertimbangkan masalah keselamatan baik pengendara, barang yang dibawa maupun sesame pengendara di jalan raya.Truk sebagai alat angkut memiliki daya angkut maksimal yang diijinkan. Daya angkut setiap truk dipertimbangkan berdasarkan beberapa variabel antara lain kekuatan ban, jumlah ban, muatan sumbu, jumlah sumbu dan daya dukung jalan. Maka jika daya dukung jalan sebuah truk memungkinkan, maka daya angkut maksimal truk semakin bertambah sesuai dengan jumlah sumbu. Semakin banyak jumlah sumbunya, semakin besar pula daya angkutnya. 

Berikut beberapa jenis truk berikut ukurannya:
Truk pick up
ukuran panjang : 2 - 3 mtr, lebar: 1 - 1,8 mtr ,tinggi : 1 - 1,8 mtr, kapasitas muatan 1 - 2 ton





Truk Colt Diesel
ukuran panjang : 3-4 mtr, lebar:1 - 2 mtr ,tinggi : 1,5 - 2 mtr,
kapasitas muatan 2 - 3,5 ton




Truk Engkel Fuso
ukuran panjang : 6-7 mtr, lebar: 2,3 - 2,5 mtr ,tinggi : 2 - 2,5 mtr, kapasitas muatan 7-15 ton





Truk Tronton
ukuran panjang : 7-9 mtr, lebar: 2,2 - 2,5 mtr ,tinggi : 2,3 -2,5  mtr, kapasitas muatan 25 -30 ton


Truk Gandeng
ukuran panjang : 2x  :6/7 mtr, lebar:2,3 -2,5  mtr ,tinggi : 2-2,5 mtr, kapasitas muatan 15-25 ton





Truk Bilt up
ukuran panjang : 9 -12 mtr, lebar: 2,2 - 2,5 mtr ,tinggi : 2,3 -2,5  mtr, kapasitas muatan 30 -35 ton





Truk Wing box
ukuran panjang : 7-9 mtr, lebar: 2,2 - 2,5 mtr ,tinggi : 2,3 -2,5  mtr, kapasitas muatan 25 -30 ton





Truck Pengangkut Kontainer / Trailer
Ukuran 20 feet, Panjang 6 meter, Kapasitas 18 Ton
Ukuran 40 feet, Panjang 12 meter, Kapasitas 28 Ton








Monday, September 30, 2013

Saatnya Anda Pindah Tempat Kerja Kalau Alami Tiga Masalah Ini

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Daniel Ngantung
TRIBUNNEWS.COM - Job-hopping adalah istilah yang ditujukan bagi orang yang senang berpindah-pindah tempat kerja. Biasanya istilah ini lekat pada kaum muda yang baru meniti karier namun sudah meninggalkan pekerjaannya dengan alasan tidak sesuai hasrat (passion) atau lingkungan pekerjaan yang tidak menyenangkan.
Di Indonesia sendiri, sebuah survei sebagaimana dikutip oleh PT Unilever Indonesia menyebut bahwa 60 persen dari generasi dewasa muda Indonesia yang baru meniti karier sudah pindah tempat kerja dalam waktu tiga tahun. Bahkan sepertiganya sudah berganti pekerjaan sebanyak dua kali atau lebih.
"Ini tidak salah. Tapi Anda harus evaluasi dulu kontribusi apa yang sudah Anda berikan untuk perusahaan sebelumnya. Jangan-jangan belum ada karena Anda tidak punya skill saking sibuk berpindah-pindah ke tempat bekerja lain," ujar René Suhardono, pembicara publik, saat peluncuran kampanye "Lipton PossibiliTEA: Embrace Possibilities for A Brighter Side of Life" di JCC, Jumat (27/9/2013)
Namun, René mengatakan ada beberapa hal yang bisa dijadikan indikasi kapan seseorang harus berpindah tempat bekerja:
- Apresiasi
Atasan tidak pernah memberi apresiasi atas prestasi-prestasi yang sudah Anda capai.
"Tapi Anda juga harus belajar mengapresiasi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil, misal mengucapkan terima kasih pada orang yang telah membukakan pintu," ujar René
- Tidak ada kesempatan bertumbuh
"Sudah lima tahun bekerja di perusahaan yang sama, tapi Anda tidak diberi kesempatan untuk melakukan tantangan. Anda harus menghasilkan sebuah 'karya'," kata René.
- Significance
Anda harus merasa yakin bahwa Anda memiliki tujuan di tempat Anda bekerja. Jika tidak ada, mungkin itu saatnya Anda berpindah tempat kerja. 

Tuesday, September 10, 2013

5 Alasan Tidak Bahagia di Kantor

PLASADANA.COM – Banyak cara untuk sampai pada rasa tidak bahagia berada di kantor. Dari benci terhadap bos hingga rekan kerja yang tak lagi terasa hangat. Apa penyebab sebenarnya dan bagaimana mengatasinya?
Berikut ini, pandangan Tiffani Murray, ahli sumber daya manusia yang dikutip oleh DailyWorth:
"Saya bosan di tempat kerja"
Alasan sebenarnya: Upayamu tidak atau kurang dihargai.
Gejala: Anda merasa tidak termotivasi. Mencoba cari pengalihan seperti lebih aktif ke media sosial atau belanja.
Solusi: Coba cari respons atas apa yang sudah Anda lakukan.
"Jam kerja terasa begitu lama”
Alasan sebenarnya: Terlalu banyak tanggung jawab, namun tidak berani menolak.
Gejala: Anda menjadi orang paling awal datang ke kantor, tapi terakhir pulang.
Solusi: Minta saran cara terbaik mengorganisasi dan memprioritaskan beban kerja.
"Saya benci teman kantor"
Alasan sebenarnya: Masalahnya bisa jadi bukan pada teman, tapi pada budaya kantor.
Gejala: Anda seperti merasa dikeroyok untuk disalahkan. Atau, Anda menjadi terlalu sering mendebat.
Solusi: Jika kultur kantor tak cocok dengan Anda, sebaiknya pindah.
"Gaji saya di bawah yang semestinya”
Alasan sebenarnya: Kebutuhan tak terpenuhi oleh pendapatan
Gejala: Sering melihat catatan gaji dan menggerutu.
Solusi: Coba cari kesempatan lain yang cocok dengan Anda dengan bayaran lebih tinggi. Cara berpikirnya diubah: jangan berharap dapat promosi demi gaji tinggi, tapi berharap bisa berkontribusi besar pada perusahaan yang sedang tumbuh.
"Saya merasa terjebak dengan pekerjaan ini”
Alasan sebenarnya: Anda bosan dan merasa tak tertantang dengan pekerjaan yang dilakoni. Sementara mengundurkan diri bukan pilihan.
Gejala: Anda tak suka Senin dan hari-hari yang dilalui di kantor terasa lama.
Solusi: Carilah inspirasi di luar kantor.
Penulis: Nur Cahyo


Wednesday, May 29, 2013

Gaji Besar Itu Tidak Penting

Sebentar lagi adik saya akan menjadi sarjana S1. Saya jadi teringat masa-masa awal lulus kuliah. Masa itu adalah periode yang sarat dengan gengsi. Kami yang lulus bersama berlomba-lomba melamar ke perusahaan bergengsi. Bagi yang mendapat panggilan kerja dari perusahaan bonafid, tanpa berkata-kata, setiap gerak-geriknya seperti berkata , "Gue berhasil nih!" Dan gengsi ini pun terus terbawa  hingga kini. Tidak hanya melulu soal gaji, apa yang kita “punya” juga menjadi satu indikator status sosial di masyarakat modern saat ini.

Namun apakah gaji yang besar menjamin bahwa kondisi keuangan seseorang itu sehat?

Saya beberapa kali menemukan kondisi keuangan seseorang atau keluarga yang kurang sehat. Gaji mereka seakan-akan selalu kurang dan hampir tidak memiliki tabungan. Apakah mereka orang yang bergaji hanya sedikit di atas UMP? Bukan. Kebanyakan dari kelompok ini justru adalah orang-orang yang memiliki akses sangat baik ke lembaga keuangan. Sayangnya kemudahan akses tersebut seringkali disalahgunakan. Mereka menganggap fasilitas seperti kartu kredit adalah “dana tambahan”, bukannya sekadar alat bantu pembayaran. Jika watak ini dikombinasikan dengan sifat konsumtif yang tinggi, fasilitas tadi mampu membenamkam seseorang ke dalam kolam utang.

Ada juga kisah pribadi atau keluarga dengan penghasilan cukup, yang mampu menjadi tuan atas uang yang dia miliki. Keluarga ini memiliki dana darurat, mampu menyiapkan dana pensiun untuk masa tua, dan siap membayar uang pangkal dan SPP sekolah anak-anak mereka saat diperlukan.

Kualitas kehidupan seseorang atau keluarga bukan tercermin dari penghasilannya, namun dari pengelolaan keuangannya.

Sebelum bergerak maju merencanakan keuangan lebih lanjut, ada baiknya Anda berhenti sejenak dan melakukan review seperti apa kondisi keuangan saat ini. Salah satu yang bisa digunakan adalah rasio keuangan. Rasio keuangan bisa dibuat jika terdapat data keuangan seperti laporan net worth (berisi nilai aset dan utang) serta laporan cashflow (berisi pendapatan dan pengeluaran keluarga). Kejujuran Anda dalam membuat laporan net worth dan cashflow adalah kunci keakuratan perhitungan rasio keuangan. Dengan begitu Anda tahu dari mana harus mulai menata keuangan.

Rasio keuangan yang pertama adalah debt-service ratio atau rasio pembayaran cicilan utang. Rumusnya adalah sebagai berikut:


Debt Service Ratio adalah rasio pembayaran cicilan setiap bulannya. Di bagian total cicilan utang bulanan bisa dimasukkan cicilan KPR, cicilan kendaraan bermotor, cicilan kartu kredit, dan cicilan lainnya. Kondisi keuangan dikatakan sehat jika nilainya dibawah 35%. 

Contohnya, Andi saat ini memiliki pendapatan bulanan sebesar Rp5 juta, lalu dia ambil cicilan motor sebesar Rp1,5 juta per bulan dan ada cicilan kartu kredit sebesar Rp500 ribu per bulan. Dengan total cicilan sebesar Rp2 juta, berarti debt service ratio Andi adalah sebesar 40%. Bisa dikatakan Andi kondisi keuangannya kurang sehat. 

Rasio keuangan yang kedua adalah saving ratio atau rasio menabung. Rumusnya sebagai berikut:


Saving ratio mengukur potensi menabung yang bisa dilakukan. Tabungan bulanan maksudnya adalah tabungan rutin bulanan yang sudah rutin dilakukan, sedangkan sisa cashflow  bulanan biasanya adalah surplus antara pendapatan bulanan dan total pengeluaran bulanan yang mungkin belum teralokasikan. 

Contohnya, Keluarga Danang saat ini memiliki pendapatan gabungan (suami + istri) sebesar Rp10 juta, tabungan rutin Rp500 ribu, dan pengeluaran rutin lainnya sebesar Rp8,5j uta termasuk cicilan utang KPR. Jika dihitung cashflow-nya, terdapat sisa sebesar Rp1j uta. Berarti keluarga Danang memiliki saving ratio sebesar 15%.  Dari pengukuran saving ratio bisa dikatakan kondisi keuangan keluarga Danang sehat.

Ada beberapa rasio keuangan lainnya selain dua rasio keuangan di atas, namun dari kedua rasio keuangan tersebut, Anda bisa membuat acuan untuk mengambil keputusan keuangan. Debt service ratio bisa kita jadikan patokan untuk berpikir apakah kondisi keuangan Anda masih sehat jika mengambil kredit atau pinjaman tambahan. Sedangkan saving ratio bisa dijadikan patokan apakah dengan meningkatnya gaji, diikuti pula dengan peningkatan rasio uang yang ditabung. Jangan-jangan kenaikan gaji habis dimakan oleh kenaikan biaya hidup atau peningkatan lifestyle. 

Saya pernah bertemu orang yang bergaji Rp30 juta, tapi menyisihkan Rp3 juta per bulan saja sulit sekali. Di lain waktu, saya juga bertemu keluarga muda yang berpenghasilan gabungan Rp12 juta dan mampu menyisihkan 41% dari gajinya untuk investasi bulanan. 

Jadi, sekarang sudah bukan jamannya lagi bertanya, “Berapa besar gaji lo?” melainkan “Berapa besar yang bisa disisihkan untuk masa depan?”.

Jerry
Independent Financial Planner
Quantum Magna Financial
QM Financial



Info : http://id.she.yahoo.com/gaji-besar-itu-tidak-penting-110224708.html

Monday, September 10, 2012

Tips Sukses dari Para Wanita Teratas di Dunia Bisnis

Kita banyak mendengar hal-hal hebat yang telah mereka capai dan kita dapat mengasumsikan bahwa mereka mencapai hal tersebut karena mendapat warisan atau keberuntungan. Namun setiap wanita tersebut memiliki sesuatu yang sangat istimewa, apa yang kita temukan adalah, bahwa para wanita tersebut tidak memiliki perbedaan dengan Anda atau saya. Kita semua istimewa dan layak mendapat kesuksesan.

Seperti halnya diri kita, mereka tidak selalu hebat di sekolah; banyak di antara mereka yang mulai dari bawah. Beberapa kehilangan pekerjaannya, kehilangan suami bahkan berjuang berkali-kali dengan keyakinan sendiri. Namun karena rasa kemanusiaannya, mereka mengembangkan strategi-strategi untuk menghadapi berbagai rintangan baik dari dalam maupun dari luar. 

Tidak peduli betapa berbedanya perjalanan usaha atau kehidupan pribadi mereka, nasihat mereka selalu sama satu dengan yang lainnya. Tampaknya ada beberapa rahasia utama menuju kesuksesan.

Adalah kebahagiaan bagi saya untuk berbagi prinsip-prinsip umum tersebut dengan Anda. Serap, berbagilah dan yang lebih penting lagi jalani prinsip-prinsip itu.


PERATURAN EMAS NO.1- PERSIAPAN, PERSIAPAN, PERSIAPAN
Banyak kesuksesan karier diawali dengan wawancara kerja, jadi menguasainya adalah kuncinya.  Semua wanita yang kami wawancarai, menekankan perlunya untuk mencari informasi sebanyak mungkin mengenai perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan, bidang usahanya, dan orang yang mewawancarai Anda.

Jurnalis peraih penghargaan Emmy dan pembawa acara NBC, Jane Hanson, percaya bahwa Anda harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat memasuki ruangan dan mengatakan sesuatu yang membuat si pewawancara merasa nyaman. 

Penulis Ellen Lubin Sherman mengatakan, itu merupakan tugas Anda untuk hadir pada saat wawancara dengan penuh energi dan semangat dan untuk meyakinkan mereka bahwa anda akan memeberikan segalanya bagi perusahaan dan tidak akan mengecewakannya.


PERATURAN EMAS NO.2- CARILAH SEORANG MENTOR
Hampir semua wanita yang diwawancarai mengungkapkan bahwa dengan memiliki seorang mentor, mereka terbantu untuk tidak sekedar termotivasi dan fokus tetapi juga memiliki peranan penting dalam membantu mereka sampai pada posisi tempat mereka berada saat ini. 

Margaret Keene, Executive Creative Director dari Saatchi and Saatchi, mengungkapkan bahwa seorang mentor yang baik sering melihat kualitas yang ada pada diri Anda, yang mungkin belum pernah Anda lihat sendiri dan memberi rasa keberanian kepada Anda untuk berkembang dan mencoba berbagai hal baru.

Ahli profesi Tory Johnson mendorong kita untuk mencari seseorang  yang tangguh yang memiliki kekuatan politik tertentu dalam usaha Anda, yang akan menjadi pelindung Anda dan menggunakan kekuatan mereka untuk membantu Anda mencari peluang.


PERATURAN EMAS NO.3- KEYAKINAN DIRI ADALAH KUNCINYA
Seperti halnya kita, kebanyakan wanita tersebut mengakui bahwa musuh terbesar mereka adalah mereka sendiri, khususnya saat mereka dikelilingi oleh orang-orang yang berkuasa. Berikut adalah beberapa cara mereka mengatasi celaan dari dalam diri mereka sendiri.

Tokoh real estate, Barbara Corcoran mengumumkan peperangan terhadap sisi negatif dalam dirinya. Begitu dirinya merasa tidak nyaman, dia akan berkata, “Anda tahu, saya memiliki hak untuk menjadi sukses di sini!” Setelah dia mengganti pemikirannya bahwa dirinya tidak layak di sana menjadi pemikiran bahwa dirinya berhak di sana, dia menyadari bahwa tidak ada orang lain lagi yang akan mengatakan kepadanya, bahwa dia juga tidak cukup baik.

Juru masak ternama, Cat Cora, bersandar pada perkataan positif dari dalam diri dan mantra sederhana, “Aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja” dan “Itu bukan masalah pribadi, itu masalah bisnis, Itu bukan masalah pribadi, itu masalah bisnis,” untuk membuat dirinya tetap tenang dan yakin dalam menghadapi situasi sulit.

Pendiri I Am That Girl, Emily Greener, menyarankan menulis sebuah daftar berisi semua hal yang Anda sukai dari diri Anda dan menggunakannya untuk melawan perkataan-perkataan dari dalam diri Anda yang bersifat merusak.

Akhirnya, jangan pernah melupakan kata-kata bijak kepala sekolah Lynn Irby-Jackson, “Apa yang Anda miliki adalah sebuah hadiah untuk diberikan kepada orang lain dan Anda layak mendapatkannya, jadi biarkan orang lain mengetahui kebaikan yang Anda punya dan apa yang dapat Anda beri kepada orang lain.”
Sekarang waktunya menjalani kisah sukses Anda sendiri!



Sumber : http://id.she.yahoo.com/tips-sukses-dari-para-wanita-teratas-di-dunia-bisnis.html

Tentukan Gaji Sendiri Saat Melamar Kerja

Oleh: Marmi Panti Hidayah


Ketika melamar kerja, kandidat karyawan akan menghadapi sesi wawancara. Ini bagian yang sangat menentukan, apakah bisa diterima atau tidak setelah mengetahui standar kualifikasinya. Negosiasi gaji ada pada sesi ini. Apa yang mesti dilakukan? 

“Dalam proses wawancara, perusahaan akan mencari orang paling tepat atau paling mendekati sesuai ‘kebutuhan’ perusahaan. Seseorang diterima atau tidak bukan karena bodoh atau tidak bodoh, mampu atau tidak mampu. Paling utama adalah kandidat tersebut tepat atau tidak dengan kebutuhan perusahaan,” kata Ami Siamsidar, Konsultan Psikologi Senior pada Dr Sarlito & Co. Bisa jadi, ada kandidat sangat cerdas atau memiliki kemampuan lebih, tapi justru tidak diterima lantaran melebihi kualifikasi perusahaan. 

Permintaan besarnya gaji juga menjadi pertimbangan apakah kandidat ini tepat atau tidak. “Sebab selain disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, penerimaan tenaga kerja juga disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” kata Ami.

Pembicaraan besaran gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara. “Di sini biasanya perusahaan akan menanyakan gaji yang diminta kandidat. Tapi bisa juga luput dari pertanyaan. Atau, justru itu trik untuk tidak ditanyakan akibat saking tertariknya atau sebaliknya, tidak tertarik pada kandidat,” jelasnya. 

Perihal gaji ini, kandidat boleh saja menanyakan langsung mengenai plafon perusahaan, kira-kira berapa imbalan yang akan diterimanya jika sudah bekerja. “Dengan bahasa standar, pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan bagi pewawancara. Jadi wajar saja menanyakan standardisasi gaji perusahaan,” katanya.

Justru dengan bertanya demikian, kandidat akan mudah mempertimbangkan nilai gaji yang diinginkan. Idealnya, lanjut Ami, seorang kandidat (berpengalaman kerja) telah memiliki standardisasi gaji. Semua dipertimbangkan sesuai kemampuan kerja dan referensi yang dimiliki, hingga bisa menentukan berapa minimal gaji yang seharusnya didapat. 

“Kita harus punya kisaran gaji kira-kira berapa, dan bermainlah dalam kisaran tersebut. Jangan berspekulasi dan mencoba-coba menyampaikan permintaan gaji di atas atau di bawah kisaran,” ujar psikolog yang juga aktivis LSM ini.

Menurut Ami, menentukan standar gaji bagi diri sendiri adalah lebih realistis dibanding berspekulasi atau bermain-main dengan nilai. Ukur besarnya gaji yang diminta sesuai kemampuan kerja. Jangan sembarang menetapkan nilai, tapi sampaikan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pribadi: kemampuan kerja,  referensinya bagaimana, dengan memperbandingkan dari sejumlah informasi. “Itu jauh lebih mudah diterima,” tandasnya.

Kembali lagi, yang paling aman adalah menanyakan bujet yang ditawarkan untuk jabatan yang dilamar. “Di situ kita bisa melihat apakah ancer-ancer yang sudah kita persiapkan jauh di bawah standar atau di atas standar. Jadi kita bisa tahu peluangnya,” jelas Ami.

Dalam menyampaikan gaji sesuai keinginan, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan kita untuk transportasi dan uang makan. Berapa jumlah yang dibutuhkan di luar gaji pokok?

Untuk itu, Ami menuturkan, saat ada panggilan wawancara, segera perhitungkan ongkos transportasi dan makan. Jangan sampai salah hitung hingga belakangan baru kaget gajinya terlalu kecil, lalu baru sebulan memilih mundur. 

“Itu tidak fair, karena perusahaan mencari tenaga dengan harapan bisa mendapatkan tenaga kerja jangka panjang,” jelasnya. 

Selain besaran gaji, bisa juga ditanya dengan rileks soal tunjangan yang bakal didapat selama bekerja. Misalkan, tunjangan kesehatan. Untuk permintaan tunjangan ini, kandidat berpengalaman kerja bisa bercermin dari perusahaan sebelumnya. Sebaliknya bagi yang belum perpengalaman, bisa tanya-tanya dulu soal poin-poin tunjangan yang biasanya diberikan perusahaan tersebut apa saja. 

“Jangan dipukul rata semua perusahaan bisa memberikan tunjangan-tunjangan demikian,” katanya.

Terkait permintaan gaji dan tunjangan ini, Kepala BSI Career Center, Kampus Bina Sarana Informatika (BSI) Heri Kuswara berpendapat, kandidat belum berpengalaman sebaiknya tidak menyampaikan nilai gaji yang diminta.

“Fresh graduate tidak puya nilai jual. Sebesar apapun kompetensinya, tetap saja belum pernah diimplementasikan di dunia kerja. Belum pernah diketahui berapa besar kontribusinya di dunia kerja. Jadi jangan sampai menyampaikan nilai gaji yang dinginkan,” kata Heri Kuswara.

Lalu bagaimana jika ada pertanyaan berapa gaji yang diminta? “Jawab saja: Saya yakin perusahaan akan memberikan yang terbaik kepada saya ketika saya memberikan kontribusi terbaik pada perusahaan,” ujar dosen di BSI ini.

Tetapi biasanya di sini kandidat terjebak karena dipaksa menyebutkan nilai gaji. Di sinilah kandidat perlu mengetahui standardisasi gaji di daerah. Misalnya untuk lulusan SMA di Jabodetabek Rp 1,3 juta ke atas (sesuai UMP), D-3 Rp 1,5 juta ke atas, dan S-1 adalah Rp 1,8 juta ke atas. “Boleh sebut angka minimum atau lebih sedikit di atasnya,” kata dosen yang mengelola lembaga persiapan dan penempatan karier mahasiswa/alumni Kampus BSI.

Kandidat juga perlu memahami profile company perusahaan, karena ada perusahaan yang memang memberikan gajitinggi dan ada yang memang standar gajinya kecil.


Sumber : http://id.she.yahoo.com/tentukan-gaji-sendiri-saat-melamar-kerja.html

Wednesday, September 05, 2012

Tips Wawancara untuk Lolos Melamar Pekerjaan


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam proses seleksi melamar pekerjaan, wawancara sering kali dianggap mudah. Namun dalam sesi wawancara beberapa orang gagal mendapatkan pekerjaan yang didambakannya. Untuk itu sesi wawancara harus dipersiapkan dengan sunguh-sungguh.
Berikut tips rahasia sukses wawancara saat melamar pekerjaan;
1. Berapa gaji yang Anda minta?
Jawab: Sebutkan gaji yang besarnya realistis. Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan.
2. Apa kelebihan utama Anda?
Jawab: Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, “Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua.”
3. Apa kekurangan Anda yang paling jelas?
Jawab: Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.
4. Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?
Jawab: Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.
5. Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?
Jawab: Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat ‘positif’, misalnya bahwa Anda tidak melihat ada ‘ruang’ di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.
6. Adakah contoh kegagalan Anda?
Jawab: Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah
7. Apakah Anda punya pertanyaan?
Jawab: Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat – apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.

Apa yang menjadikan seseorang selalu sukses untuk menggapai impiannya? Tampil beda dan memiliki keunggulan komperatif mungkin salah satu yang menjadikan Anda selalu berada di dalam posisi terdepan!
Termasuk dalam meraih karier dan mengungguli orang lain dalam mencari pekerjaan yang sesuai. Ada beberapa trik atau strategi yang perlu disiapkan agar Anda sukses dalam melewati tahapan untuk mengejar karier yang diidam-idamkan.
Modal nekat saja, pasti tak cukup.. Di sini juga anda bisa menemukan beberapa lowongan kerja yang mungkin tak ada salahnya jika anda mencobanya. (tslb)