Orang Bilang
Hidup Dimulai Hari Ini
Waktu Kita Bangun Tadi Pagi
Bukan Hari Kemarin
Bukan Juga Besok
Tapi Kita Harus Percaya
Hari Ini Dimulai Hanya Dari Kita
Membuka mata Tadi Pagi
Hari Ini Jauh Sebelum Itu
(Mengejar Matahari)
Laa Ilaaha Illallah
(لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ)
Artinya : tiada Tuhan selain Allah
Allah Tidak Membebani Seseorang Melainkan Sesuai Dengan Kesanggupannya.... (Al-Baqarah : 286)
Saturday, May 07, 2011
Imagine Based On Ten2Five's Song
Kenapa lagu itu, tidak ada histori apa-apa, cuma easy listening aja, gw emang suka musik seperti ini.
Jenis musik akustik dan instrumen. Lagu-lagu jadul atau tempo dulu atau biasa disebut evergreen gw juga suka.
Semua jenis musik suka.
Back to ten2five...
Mendengar lagu-lagu ini, pikiranku langsung melayang membayangkan, ada disebuah cafe, duduk manis berdua dengan teman cowo, ditemani minuman greentea float atau ice cream banana split dan makanannya kentang goreng atau donut. Terus kita membahas masalah-masalah kehidupan, rencana kehidupan dan target-target kita, bertukar informasi dan melakukan diskusi-diskusi. Wah seru kayaknya. Terus diakhir pembicaraan kita membahas masalah perasaan. Aku sayang kamu,maukah menjalani kehidupan ini bersama, itu yang ingin didengar. Kalimat itu yang membuat suasana semakin sulit diungkapkan dengan kata. Senang pastinya tentu saja,sudah lama tidak mendengar kalimat tersebut.
Terbangun dari lamunan, kembali kekenyataan yang sedang mendengarkan lagu sendirian didalam kamar. Tuh kan mending gw beli sepeda buat jalan-jalan ama foto-foto biar ga ngelamun. Masalahnya pengen sepeda yang gratisan, нɑнɑнɑнɑ :p
Met weekend all, have a nice weekend ya..
Based on imagine in this weekend
Thanks and best regards,
Nurina Utami
Wednesday, May 04, 2011
Bahagia Itu
Bahagia itu bukan dilihat dari apa yang kita dapatkan dan keinginan kita yang tercapai, tapi lihat pengorbanan dan jerih payah kita untuk meraihnya dengan gigih.
Bahagia itu bukan dilihat dari sedikit atau banyaknya masalah, tapi dilihat kesabaran kita menghadapi masalah.
Bahagia itu ketika kita melihat orang lain tersenyum.
Bahagia itu ketika kita bisa jujur walaupun itu membuat sakit, tapi kita bisa tersenyum lega atas kejujuran itu.
Bahagia itu ada ketika kita bisa bersyukur dan bersabar dalam menghadapi kehidupan ini dengan semangat, ketegaran, kegigihan, dan yang paling utama berdoa kepada-Nya supaya kita selalu ingat akan perintah-Nya.
Bahagia itu bukan dilihat dari kebahagiaan diri kita sendiri, tapi kita bahagia melihat orang lain bahagia.
Bahagia itu bukan dilihat dari kita menyelesaikan masalah, tapi dilihat bagaimana kita belajar dari kesalahan dan selalu berusaha memperbaikinya.
Bahagia itu ketika ada suatu titik-titik yang berpencar terpisah, kita bisa menyatukan titik-titik tersebut menjadi suatu rangkaian garis yang indah.
Mari berdoa semoga kita (saya, keluarga, sahabat, teman-teman, dkk) Senantiasa bisa bahagia dunia dan akhirat. Amin
Keep Fight and Always Smile q^_^p
Thanks and Best Regards,
Nurina Utami
Wednesday, April 20, 2011
A Letter From Mom And Dad
When I get old, I hope you understand & have patience with me. In case I break a plate, spill soup because loosing my eyesight, I hope you don't yell at me. Older people are sensitive. Always having self pity when you yell. When my hearing gets worse & can't hear what you're saying I hope u don't call me "Deaf!". Please repeat it or write it down. I'm sorry my Child, I'm getting older.
When my knees get weaker,I hope you have the patience to help me get up. Like how I used to help you while you learning how to walk. Please bear with me...
When I keep repeating myself like broken record,I hope you just keep listening me. Please don't make fun of me or get sick of listening me.Do you remember when you were little & wanted a balloon? You repeated yourself over & over until you got what you wanted.
Please also pardon my smell. I smell like an old person. Please don't force me to shower. My body is weak. Old people get sick easily when they're cold. Do you remember when I used to chase you around because u didn't want to shower?I hope you can be patient when I'm always cranky.It's all part of getting old. You'll understand when you're older.
And if you have spare time, I hope we can talk even for a few minutes. I'm always all by myself all the time & have no one to talk to. I know you busy with work. Even if you not interested in my stories, please have time for me. Do you remember when I used to listen to your stories about your teddy bear?
When the time comes, I get ill & bedridden,I hope u have the patience to take care of me. I'm sorry if I accidentally wet the bed or make a mess. I hope u have the patience to take care of me during the last few moment of my life. I'm not going to last much longer, anyway.
When the time of my death comes, I hope you hold my hand & give me the strength to face death.
And don't worry... When I finally meet our Creator,I will whisper in His ear to BLESS you.. Because you loved your Mom and Dad.
Thank you so much for your care. We love you.
Wednesday, April 13, 2011
Lirik Lagu Padi - Jika Engkau Bersedih
Andai engkau bisa tertawa seharusnya bahagia
Dan jika karma itu ada.. berpeganglah atas hatimu
Karena kau tak akan bisa.. mengabaikan takdirmu
Reff:
Tak perlu engkau terus bersedih
Seperti dulu melemahkan niatmu
Sudahi saja tangismu
Tetapkan hati berjuang bersama lagi
Tahu kah engkau bahwa.. cinta itu adalah anugerah
Sama seperti adanya.. hidup kita hidup ini
Mengertikah engkau bahwasanya gagal itu bukanlah kekalahan
Selama kau memahami apa.. yang menguji hatimu
Back To Reff
Tak perlu engkau terus bersedih
Seperti dulu melemahkan niatmu
Semoga bertemu kembali
Mengingat hari berjuang bersama lagi
Tak usah lagi bersedih
Tak perlu terus bersedih ..2X
Monday, April 04, 2011
Aku Mencintaimu
Fahri bin Abdillah, seorang mahasiswa dari Indonesia yang lembut hatinya
dan berbudi mulia
Assalamu 'alaikum warahmatullah wa barakatuh.
Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga.Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi.Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha. Salam suci sesuci air telaga Kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Entah dari mana aku mulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan segala sedu sedan dan perasaan yang ada di dalam dada. Saat kau baca suratku ini anggaplah aku ada dihadapanmu dan menangis sambil mencium telapak kakimu karena rasa terima kasihku padamu yang tiada taranya.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Sejak aku kehilangan rasa aman dan kasih sayang serta merasa sendirian tiada memiliki siapa-siapa kecuali Allah di dalam dada, kaulah orang yang pertama datang memberikan rasa simpatimu dan kasih sayangmu. Aku tahu kau telah menitikkan air mata untukku ketika orang-orang tidak menitikkan air mata untukku.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Ketika orang-orang di sekitarku nyaris hilang kepekaan mereka dan masa bodoh dengan apa yang menimpa pada diriku karena mereka diselimuti rasa bosan dan jengkel atas kejadian yang sering berulang menimpa diriku, kau tidak hilang rasa pedulimu. Aku tidak memintamu untuk mengakui hal itu. Karena orang ikhlas tidak akan pernah mau mengingat kebajikan yang telah dilakukannya. Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang saat ini kudera dalam relung jiwa.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Malam itu aku mengira aku akan jadi gelandangan dan tidak memiliki siapa-siapa. Aku nyaris putus asa. Aku nyaris mau mengetuk pintu neraka dan menjual segala kehormatan diriku karena aku tiada kuat lagi menahan derita. Ketika setan nyaris membalik keteguhan imanku, datanglah Maria menghibur dengan segala kelembutan hatinya. Ia datang bagaikan malaikat Jibril menurunkan hujan pada ladang-ladang yang sedang sekarat menanti kematian. Di kamar Maria aku terharu akan ketulusan hatinya dan
keberaniannya. Aku ingin mencium telapak kakinya atas elusan lembut tangannya pada punggungku yang sakit tiada tara. Namun apa yang terjadi Fahri?
Maria malah menangis dan memelukku erat-erat. Dengan jujur ia menceritakan semuanya. Ia sama sekali tidak berani turun dan tidak berniat turun malam itu. Ia telah menutup kedua telinganya dengan segala keributan yang ditimbulkan oleh ayahku yang kejam itu. Dan datanglah permintaanmu melalui sms kepada Maria agar berkenan turun menyeka air mata dukaku. Maria tidak mau. Kau terus memaksanya. Maria tetap tidak
mau. Kau mengatakan pada Maria: "Kumohon tuturlah dan usaplah air mata. Aku menangis jika ada perempuan menangis. Aku tidak tahan. Kumohon. Andaikan aku halal baginya tentu aku akan turun mengusap air matanya dan membawanya ke tempat yang jauh dari linangan air mata selama-lamanya". Maria tetap tidak mau." Dia menjawab: "Untuk yang ini jangan paksa aku, Fahri! Aku tidak bisa. " Kemudian dengan nama Isa Al Masih kau memaksa Maria, kau katakan, "Kumohon, demi rasa cintamu pada Al Masih. " Lalu Maria turun dan kau mengawasi dari jendela. Aku tahu semua karena Maria membeberkan semua. Ia memperlihatkan semua kata-katamu yang masih tersimpan dalam handphone-nya. Maria tidak mau aku cium kakinya. Sebab menurut dia sebenarnya yang pantas aku cium kakinya dan kubasahi dengan air mata haruku atas kemuliaan hatinya adalah kau. Sejak itu aku tidak lagi merasa sendiri. Aku merasa ada orang yang menyayangiku. Aku tidak sendirian di muka bumi ini.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Anggaplah saat ini aku sedang mencium kedua telapak kakimu dengan air mata haruku. Kalau kau berkenan dan Tuhan mengizinkan aku ingin jadi abdi dan budakmu dengan penuh rasa cinta. Menjadi abdi dan budak bagi orang shaleh yang takut kepada Allah tiada jauh berbeda rasanya dengan menjadi puteri di istana raja. Orang shaleh selalu memanusiakan manusia dan tidak akan menzhaliminya. Saat ini aku masih dirundung kecemasan dan ketakutan jika ayahku mencariku dan akhirnya menemukanku. Aku takut dijadikan santapan serigala.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Sebenarnya aku merasa tiada pantas sedikit pun menuliskan ini semua. Tapi rasa hormat dan cintaku padamu yang tiap detik semakin membesar di dalam dada terus memaksanya dan aku tiada mampu menahannya. Aku sebenarnya merasa tiada pantas mencintaimu tapi apa yang bisa dibuat oleh makhluk dhaif seperti diriku.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Dalam hatiku, keinginanku sekarang ini adalah aku ingin halal bagimu. Islam memang telah menghapus perbudakan, tapi demi rasa cintaku padamu yang tiada terkira alamnya terhunjam di dada aku ingin menjadi budakmu. Budak yang halal bagimu, yang bisa kau seka air matanya, kau belai rambutnya dan kau kecup keningnya. Aku tiada berani erharap lebih dari itu. Sangat tidak pantas bagi gadis miskin yang nista seperti diriku berharap menjadi isterimu. Aku merasa dengan itu aku akan menemukan hidup baru yang jauh dari cambukan, makian, kecemasan, ketakutan dan kehinaan. Yang ada dalam benakku adalah meninggalkan Mesir. Aku sangat mencintai Mesir tanah kelahiranku. Tapi aku merasa tidak bisa hidup tenang dalam satu bumi dengan orang-orang yang sangat membenciku dan selalu menginginkan kesengsaraan, kehancuran dan kehinaan diriku. Meskipun saat ini aku berada di tempat yang tenang dan aman di tengah keluarga Syaikh Ahmad, jauh dari ayah dan dua kakakku yang kejam, tapi aku masih merasa selalu diintai bahaya. Aku takut mereka akan menemukan diriku. Kau tentu tahu di Mesir ini angin dan tembok bisa berbicara.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Apakah aku salah menulis ini semua? Segala yang saat ini menderu di dalam dada dan jiwa. Sudah lama aku selalu menanggung nestapa. Hatiku selalu kelam oleh penderitaan. Aku merasa kau datang dengan seberkas cahaya kasih sayang. Belum pernah aku merasakan rasa cinta pada seseorang sekuat rasa cintaku pada dirimu. Aku tidak ingin mengganggu dirimu dengan kenistaan katakataku yang tertoreh dalam lembaran kertas ini. Jika ada yang bernuansa dosa semoga Allah mengampuninya. Aku sudah
siap seandainya aku harus terbakar oleh panasnya api cinta yang pernah membakar Laila dan Majnun. Biarlah aku jadi Laila yang mati karena kobaran cintanya, namun aku tidak berharap kau jadi Majnun. Kau orang baik, orang baik selalu disertai Allah.
Doakan Allah mengampuni diriku. Maafkan atas kelancanganku.
Wassalamu'alaikum,
Yang dirundung nestapa,
Noura
Sumber :
http://nunasarah.blogspot.com/2008/10/wahai-orang-yang-lembut-hatinya.html
Versi aku :
Wahai Orang Yang aku cintai
Aku hanya ingin kamu menerima aku apa adanya
Aku hanya ingin kamu membimbing aku ke jalan اَللّهُ SWT
Wahai orang yang aku cintai
Aku jatuh hati kepadamu
Karena aku merasa nyaman berada disampingmu. Semua kesulitanku bisa kamu selesaikan, walaupun tidak semua masalah tapi kamu bisa mengerti padahal aku baru sedikit mengatakan, belum semua aku jelaskan, tapi kamu sudah bisa menjelaskan berikut dengan penyelesaiaannya.
Wahai orang yang aku cintai
Pikiranmu bisa terbaca olehku
Pikiranku bisa terbaca olehmu
Walau tidak semua terbaca
Tapi setidaknya mengerti
Wahai orang yang aku cintai
Aku ingin kamu menjadi imam dikehidupanku
Biarkan aku menjadi makmum
Dalam sholat wajib maupun sholat sunah
Mengaji bersama sehabis sholat magrib hingga sholat isya.
Juga bisa di waktu subuh kita mengaji bersama.
Wahai orang yang aku cintai
Kita arungi bahtera ini bersama
Suka dan duka kita lalui bersama
Rasa sayang ini jangan sampai pudar
Wahai orang yang aku cintai
Semoga kamu mencintaiku, seperti aku mencintaimu.
Aku ingin mencintaimu karena kamu mencintai اَللّهُ SWT
Salam,
Nurina Utami
Tuesday, March 15, 2011
Jujur VS Bohong
Sendirian dalam gelap malem, tapi mau gimana lagi, takut pun ditutupi saja dalam-dalam. Mau ngapain, ada urusan mendadak yang mesti dijalankan.
Entahlah, apakah kejujuran itu sangat mahal harganya. Apakah Mencoba untuk jujur itu perbuatan tidak baik? Bukan karena suci atau tidak pernah melakukan dosa. Tapi bisakah untuk mengurangi kebohongan dalam hidup. Tidak bohong, dan akan menjawab dengan diam jika ditanya kelak. Yang penting sudah berusaha untuk jujur, walau masih dipikirkan juga nanti besok menjawabnya bagaimana. Ya sudahlah besok masih misteri, jalani apa yang detik ini mesti dijalani. Dalam diam dan takut selalu terselip doa disetiap hembusan untuk dapat yang baik bahkan lebih baik.
Tuhan aku ingin selalu jujur, walau kadang kejujuran itu tidak enak. Tapi Tuhan jika aku berbuat bohong maafkan aku, karena sebenarnya aku terpaksa melakukan itu. Amin
Regards,
Nurina Utami
Monday, March 07, 2011
Kumpulan fiksi mini tentang akhir-ketiadaan-telah tiada
Canda mu sudah tak renyah. Terlunglai lemah terbaring tak berdaya. Panggilan pun datang menghampiri.
Jangan pisah, kata raga kepada jiwa. Tapi waktuku telah tiba, aku bersamamu hanya sampai di sini, lirih jiwa yang pergi dari raga
Ketika kamu pergi, aku tidak ingin menangis. Kenapa? Karena aku tidak mau menambah suasana duka yang haru
Aku pergi, tidak aku tidak ingin pergi meninggalkan tubuh ini, tapi memang aku harus pergi dan tak kembali
Relakan aku, pintamu. Tapi aku tidak bisa, dengan siapa aku disini nanti. Kamu lupa aku masih disini berupa kenangan
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, kamu apakah mau melupakan apa yang manusia tinggalkan
Inilah lah akhir cerita dalam kehidupan. Kau tutup cerita dalam catatan kehidupanmu.
Bukan lagi koma, yang bisa melanjutkan cerita, tapi titik sudah menjadi penutup dalam akhir cerita.
Salam,
Nurina Utami
Good Night all, have a nice dream, sleep tight
Saturday, March 05, 2011
Kaulah Hidup Dan Matiku-Naff
Kaulah darahku juga nadiku
Kaulah nafasku juga jantungku
Engkaulah hatiku dan juga jiwaku
Reff I:
Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu…
Kaulah senyumku juga tawaku
Kaulah damaiku juga bahagiaku
Engkaulah teduhku tempatku bernaung
Back to Reff I
Kau yang s’lalu setia menemaniku
Meresapkan harumnya cinta di hatiku
Kau yang menyayangiku setulusnya..
Naff
Reff II:
Aku mau hidup denganmu
Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu
Hanya bersamamu
Reff III:
Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu
Hanya bersamamu, ooo… oooo…
Aku mau hidup denganmu
Aku mau…
Aku mau matipun karenamu
Aku mau…
Kaulah hidupku dan juga matiku
Film Klasik
Salam,
Nurina Utami
Have a nice weekend all
Sunday, February 27, 2011
Untuk Tambahan Blog
Thursday, February 17, 2011
Surat Untukmu, Adjie Masaid
Hasil copas dari link dibawah.
http://m.kompasiana.com/post/4d54e13f7f8b9a8c48020000
Aku tidak sanggup dulu berpanjang lebar, Djie. Tenagaku terkuras sejak ajalmu tiba. Enerjiku seakan-akan habis. Air mataku kering sudah. Hari ini hari ketujuh. Acara tahlilan di kediamanmu akan digelar lagi seusai sholat Isya bersama. Aku bersama keluarga besar telah menyiapkan segala sesuatunya. Dari hari pertama, Djie. Dan sebagian sudah ambruk flu berat. Biasanya, kamu selalu memberikan aku permen khusus untuk flu. Permen apa ya itu Djie? “Hehe..ini permen vitamin C. Kakak gitu aja nggak tau, gimana sih?”, begitu katamu saat itu sambil tertawa lebar.
Siang ini sudah gelap gulita. Apakah akan hujan lebat setelah ini? Aku tidak berharap begitu, agar tahlilan nanti berjalan lancar dan rapi. Sebagaimana kamu selalu mengatur acara apapun di rumahmu, selalu harus necis, tertata rapi, dan nyaman. Aku, adik-adik, tentunya Ibu, juga istrimu yang tak henti mengalirkan air matanya, tetap menginginkan acara semua berjalan baik. Semua demimu, Djie.Apalagi yang bisa kami berikan padamu bila semua sudah terlanjur lenyap seperti ini? Ketiga anakmu terpana, semua pembantu rumah tanggamu, sopir, staf yang lain, tersedu-sedu di malam kamu pergi itu. Aku yang pertama kali lari dari Rumah Sakit Fatmawati untuk kembali ke rumahmu. Bagaimana aku sanggup melihatmu terbujur di ruang jenazah yang mencekam, sementara Angiemu begitu pilu tersedu-sedu. Di rumah belum ada yang tahu, dan belum dipersiapkan apapun. Pikiranku langsung ke lokasi kelak kamu dibujurkan nanti, pakai tempat tidur apa, pakai kain apa untuk menyelimutimu, meja mana yang harus digeser.., kursi mana yang harus juga dipindah-pindahkan.
Aku muncul di rumah yang sepi. Perih! Aku bingung harus berbuat apa. Pelan-pelan kubangunkan pembantu setiamu. Dia harus membantu aku membereskan segalanya. Dengan berurai air mata, kami mengangkut meja jatimu yang berat itu, merapikan karpet. Keanu yang berada di kamarnya harus aku pindahkan sementara, karena kasurnya akan dipakai. Untungnya ibuku tak kehilangan akal. Dalam kepanikannya di Rumah Sakit ia menghubungi adiknya untuk mendapatkan tempat tidur jenazah.
Aku panik begitu kamu sudah muncul di halaman depan dengan ambulans yang mencekam itu. Duh… gemetarnya seluruh tubuh ini, bercampur panik dan pedih luar biasa, tak bisa dibayangkan lagi! Lalu anak-anakmu muncul dari kamar masing-masing…. ya Allah… kubayangkan wajah Zahwa dan Alliyah, Djie. Betapa mereka kaget luar biasa dan sedih tak terkira. Aku tak sanggup memeluk mereka, ketimbang aku semakin larut dalam nestapa pada detik itu.
Istrimu luar biasa dukanya. Panggilan kesayangan yang selalu ia lontarkan kepadamu,’Dal’.., selalu ia sebut di telingamu yang sudah mulai membiru. Air matanya menyentuh seluruh wajahmu yang cakep, Djie. Duh, adikku… kamu cakep sekali tertidur di dipan jenazah itu. Senyummu yang selalu tulus tetap muncul di situ. Aku sudah tidak ingat lagi siapapun yang datang karena semua bagaikan kerumunan tawon di tengah sebongkah madu. Berdengung tiada henti. Saat Presiden SBY dan istrinya melayat dan menyapa aku saat mendampingi Angie istrimu, aku juga bagai tak perduli lagi. Yang aku hanya ingat hanyalah duka, duka, dan duka.
Djie, kamu tahu tidak, aku terakhir membohongi kamu lho. Waktu kamu bilang mau berziarah ke makam ayahmu yang tidak jauh dari rumahku, ada nada tanya seolah-olah memang kamu mau mampir ke rumahku setelah dari makam. Aku buru-buru bilang mau pergi segera. Sebetulnya aku berbohong… ya ampun.. mengapa pula aku harus membohongimu. Aku katakan itu semua karena pada jam itu aku masih malas mandi, dengan baju tidur yang lusuh, dan rumah sedang berantakan bagai kapal pecah. Adjie mau datang ke rumahku yang heboh itu, duh, jangaaaaan… karena aku malu memperlihatkan rumahku yang jauh dari kerapihan ketimbang rumahmu yang super necis itu. Pokoknya, aku lagi malas deh kedatangan siapapun pada hari itu. Sebelumnya, selama seminggu terakhir itu kamu juga agak setengah memaksa aku untuk sering-sering datang ke rumah. Saat itu memang aku sedang repot luar biasa, mempersiapkan buku biografi seorang sahabat. Aku enggan diganggung siapapun agar inspirasiku tidak hilang dalam penulisan. Aku hanya berjanji, “Nanti ya Djie, aku masih repot.. aku datang deh, kita nyanyi-nyanyi lagi, aku main piano yang lama untuk kamu!”
“Kakak mau dimasakin apa? Kakak mau dibeliin makanan apa? Adjie suruh ya, apa mau dianter ke rumah?” , itu kata-katamu. Duh… mengapa kamu selalu saja ingin menyenangkan hati orang. Ibumu yang di Jakarta ini, kenyang mendapat perhatian penuh bertumpah ruah darimu. Ibumu yang di Belanda begitu pula. Adik-adikmu, kakakmu, selalu kau sirami dengan atensi yang berlebih. Ini bukan soal kebendaan., Bukan soal materi, melainkan perhatian dan sapaan hangat selalu.
Kadang kamu telepon aku dari gedung DPR, “Darling, lagi apa kak?” Dan aku hanya tertawa singkat, lalu ngobrol sebentar, lalu tutup telepon. Kadang aku melontarkan kritik pedas untuk orang-orang partaimu. Kamu hanya senyum-senyum saja. Dan kita tidak sampai berdebat soal politik.Banyak orang heran ya Djie, kita sama sekali tidak sekandung, tapi hubungan kita Alhamdulillah akrab terpelihara. Dan selama ini kan aku jarang cerita ke banyak orang, bahwa ayahmu dan ibuku menikah selama 23 tahun sampai ajal ayahmu tiba tahun lalu itu. Tak dapat kupungkiri bahwa kita pernah pula tak bertegur sapa sebentar, karena aku membelamu dalam suatu hal, namun kamu salah paham. Akhirnya hubungan cair kembali dan kita kembali kerapkali mengadakan pertemuan keluarga di mana-mana. Di restoran, di rumahmu, di rumah ibu.
Djie, Keanu masih saja memanggil-manggilmu sampai sekian hari setelah kamu pergi, “Papa..papa..!” Duh.. segala macam mainannya, mobil-mobilannya yang lucu itu terasa sepi karena pengemudinya tidak lagi bersama ayahnya menjalankan mobil-mobilan itu. Biasanya kamu yang memainkan kemudi, lalu Keanu yang mondar-mandir dengan mobilnya. Kamu berteriak seru, Keanu juga. Belum lagi kalau aku ingat, kamu selalu memeluk mencium Zahwa dan Alliyah setiap saat. Cintamu kepada mereka sungguh luar biasa. Bagaimana kamu menjadi bapak dan ”ibu’ rumah tangga secara luar biasa cermatnya, tak akan aku lupa sepanjang hayatku, Djie. Dan anak-anak pasti juga tak bisa melupakan begitu saja kedekatan mereka denganmu, terlebih saat-saat kamu masih hidup sendiri.
Apabila seseorang diwawancarai wartawan dan berbicara ini itu, aku hanya tersenyum geli, Djie. Sebab aku tahu ada beberapa uraiannya sama sekali tidak benar. Dari mana aku tahu? Tentu dari cerita-ceritamu , curhatmu selama ini kan tentang orang itu? Dan aku lebih mempercayai omonganmu. Jadi, aku, dan keluarga besar hanya senyum-senyum saja menanggapi itu semua saat ini. Biarlah berbicara maunya apa. Yang penting Tuhan Maha Tahu.., dan kamu yang kini sudah pergi tokh ‘dari awang-awang’ akan mendengar jelas seberapa jauh memang si pembohong itu selalu berkata-kata… hhhhmm..!!
Djie, aku tidak mau bercerita lain dulu. Kamu kan masih melihat kami. Betapa pontang-pantingnya kami semua selama tujuh hari ini. Tapi kami melakukannya dengan ikhlas. Kepedihan Angie menjadi kepedihan kami bersama. Tapi kami tahu Djie, kamu tidak akan suka melihat orang bersusah hati. Cintamu kepada Angie yang begitu besar luar biasa, semoga menjadi perekat keluarga kita dan membawa ketabahan yang tiada batas.
Di pusaramu tiap hari ada bunga sedap malam putih kesenanganmu. Si Yanto penjual bunga langganan kita itu Djie, sekarang jadi top banget gara-gara ia diwawancarai oleh berbagai media, bahkan ia dipanggil dalam acara Tukul. Ia bercerita banyak tentang kamu di layar televisi. Angie nonton si Yanto dari sofa kesayanganmu ditemani kami ramai-ramai, sambil tersenyum pedih…. dan ia tetap tak berhenti bertasbih, dari tasbih emas darimu yang lalu….
Adjie, surat ini untukmu. Yang terbaca oleh orang lain. Biar saja. Agar orang tahu betapa cinta dan persaudaraan kita memang indah selama ini. Aku tak putus doa untukmu, adikku. Amal ibadahmu selama ini menjadi bekalmu di ’sana’. Semoga pula segala kekhilafanmu terhapus dan menjadi ringan adanya menuju Sang Khalik. Selamat jalan, adikku. Semua berasal dari NYA, kembali lagi kepadaNYA. Dan saat ini memang giliranmu. Esok hari suatu saat nanti kamipun mengalami hal yang sama. Cium sayang dari kakakmu, LINDA
Komentar saya :
Adjie Masaid, yang aku tahu, seorang artis yang perfect, ya karena aku belum pernah tahu atau mendengar tentang kejelekannya. Perfect disini mulai dari fisik beliau ganteng dan mempunyai tubuh proposional. Secara materi beliau sukses, dari mulai menjadi artis dia sudah jadi artis terkenal dan terakhir beliau kerja sebagai anggota dewan di gedung MPR/DPR. Mempunyai istri yang cantik, angelina sondakh (pernah menjadi juara 1 putri Indonesia). Mempunyai anak yang cantik-cantik dan ganteng. Kehidupannya terlihat begitu sempurna. Beberapa hari yang lalu mendengar kabar kalau beliau meninggal, awalnya tidak percaya, mungkin sebagian atau seluruhnya tidak mempercayai kabar tersebut. Sosok yang terlihat masih belum lanjut usia dan masih gagah telah meninggal. Ternyata umur seseorang tidak ada yang bisa menebaknya. Jika memang sudah saatnya tiba, kita semua akan kembali pada-Nya. Semoga mba angie diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi semua ini dan tetap berada di jalan Allah SWT.
Semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT. Amin
Salam,
Nurina Utami
Wednesday, February 16, 2011
Pemikiran Hebat
http://mywolly.multiply.com/journal/item/112/singgah_sejenak?replies_read=18
kenapa di copy paste, karena menurut saya ini pemikiran yang hebat.
Beberapa hari lalu saya berbincang dengan seseorang. Dia bercerita tentang pilihan-pilihan yang membuatnya bingung. Saat itu, pikiran saya yang berada di dua tempat antara pekerjaan dan dia, menanggapi seadanya saja. Bukan bermaksud mengabaikan, tapi kapasitas otak saya agak sulit terbagi akhir-akhir ini. Jadi, saya hanya menyarankan padanya untuk me-reka juga meng-hitung ulang apa-apa saja prioritas dalam hidupnya. Ketika segala prioritas itu terpenuhi maka tidak ada salahnya bila satu dari beberapa pilihan-pilihan itu di ambil. Tentu saja dengan catatan tidak mengurangi porsi yang telah menjadi prioritas.
Sampai di akhir pembicaraan, nampaknya dia masih bingung oleh prioritasnya sendiri. Entah terlalu banyak entah tidak tau mana yang menjadi prioritas. Sekilas saya melihat dia memiliki kesempatan yang begitu banyak untuk mendapatkan itu semua. Tapi di raut wajahnya yang muncul malah ketidakpuasan untuk jawaban yang saya berikan. Karena mungkin dia menginginkan lebih. Atau mungkin dia mengharapkan sayalah yang membuatkan pilihan.
2 hari setelahnya, tiba-tiba saja otak saya berpikir tentang pilihan-pilihan itu. Saya terheran sendiri, diantara banyaknya daftar pekerjaan yang harus saya lakukan, kenapa bisa terselip "sesuatu" tentang pembicaraan singkat itu. Dan lucunya, dalam "percabangan" itu saya mulai memahami.
Manusia kadang kala di rundung oleh rasa takut. Padahal sejatinya ketika manusia berpegang pada kebenaran, tidak perlu lagi ada rasa takut.
Saya menyadari begitu sederhana nya pemahaman tersebut. Bahwa kejujuran adalah dasar dari sebuah kebenaran, dan kebenaran ada diatas segalanya. Diluar hukum apapun, kebenaran tetap menjadi satu hal yang bisa membawa manusia ke tingkat yang sangat mulia.
Pilihan-pilihan itu kadang datang tanpa di duga. Sering kita menyebutnya sebagai kesempatan. Namun, beberapa orang (mungkin) akan berpikir berkali-kali untuk begitu saja mengambil kesempatan yang ada di depan mata. Terlepas dari pertimbangan baik dan buruk, ada saja yang (memang) merasa tidak membutuhkan. Dan akhirnya memilih untuk diabaikan saja.
Seseorang yang berbincang dengan saya di hari itu adalah tipe orang yang memikirkan segalanya sampai pada hal-hal kecil (detail). Setiap apa pun, selalu ingin dilalui dengan sempurna.
Saya agak bingung dengan kesempurnaan itu sendiri. Apakah ketika sesuatu yang terjadi persis seperti harapan adalah sempurna? Apakah ketika hasil dengan nilai tertinggi adalah sempurna? Apakah menjadi seorang yang terpandang, hebat atau terkenal adalah sempurna? Padahal dalam realitas yang terjadi tidak melulu soal itu. Padahal seringkali kita dihadapkan pada kenyataan yang tidak sesuai. Harusnya kesadaran akan adanya ketidaksesuaian dengan yang diharapkan itu bisa jadi momentum untuk memahami bahwa hidup bukan hanya berpusat pada dirinya semata. Ini bukan soal saya, tapi bagaimana saya bisa melalui, melakoni, menjalani, menyiasati, menerima, mengerti, menyederhanakan setiap masalah yang ditawarkan hidup.
Pun ketika menjalani apa yang ada di depan mata. Bukan tidak boleh berpikir untuk masa depan. Karena memang segalanya akan jauh lebih mudah bila terencana. Tapi bila kondisi yang nantinya di bayang-bayangkan tidak sesuai dengan mimpi, lantas apakah bisa rela begitu saja? Saya yakin kecewa itu pasti membersit, sekecil apa pun.
Memiliki visi serta misi yang jauh kedepan adalah hal terbaik untuk dilakukan agar langkah ini memiliki tujuan. Bahkan tidak ada salahnya untuk benar-benar menyusun strategi untuk meminimalisir kesalahan. Tapi apakah dapat semudah itu membuka hati dan pikiran ketika garis tidak lagi lurus? Dalam arti apa yang direncakan melenceng sangat jauh dari apa yang terjadi. Saya pikir inilah saat manusia merasa terpuruk. Bukan. Bukan berarti lemah dan tidak berdaya. Hanya saja perlu waktu sejenak untuk mengulas kembali apa-apa saja yang harus segera dilakukan dengan berkaca pada masa lalu.
Saya tertegun. Sejenak terdiam.
Tiba-tiba saja saya mengerti. Rupanya seseorang yang dilanda kebingungan dan meminta bantuan saya 2 hari lalu ternyata benar-benar membuka pikiran saya mengenai berbagai macam masalah yang mungkin saja hadir tanpa saya duga sebelumnya. Tiba-tiba saja saya memahami apa yang harus dilakukan untuk dapat menerima, melebur dengan berbagai hal disekitar kita. Tiba-tiba saja mengerti mengenai kesempurnaan. Tiba-tiba saja...
Saya terharu sendiri menyadari bahwa manusia lah yang sempurna. Semua yang datang dan pergi dalam hidup adalah bentuk dari sebuah pendewasaan.
Begitu naifnya bila seseorang memandang apa yang terjadi pada dirinya adalah hal yang terburuk.
Manusia tidak dilahirkan begitu saja untuk tahu baik dan buruk, benar dan salah, ataupun bagus dan jelek. Semua hal tersebut dikotak-kotakkan berdasarkan pada pengalaman serta kemampuan pencerapan seseorang. Maka saya tidak berhak menilai karena ini menyangkut persepsi orang lain. Seperti yang telah disebutkan disini tidak ada lagi benar-salah, bagus-jelek, baik-buruk. Semua sama, merata, sejajar, benar-benar seimbang dimata saya.
Tiba-tiba saya mengerti alasan seseorang dalam mengambil keputusan. Apakah menjadi lebih baik atau tetap sama. Semua sangat bergantung pada apa yang ada di dalam kepala. Mind set kitalah yang menentukan suatu masalah berat atau tidaknya. Pengalamanlah yang mampu menjatuhkan vonis layak atau tidaknya sebuah pilihan dijalani.
Sampai pada satu titik. Ketika tidak ada lagi dendam, ketika penyesalan perlahan sirna, ketika beban terasa ringan, ketika marah berubah menjadi rasa iba, ketika getir menjelma bahagia, ketika sedih memudar, ketika tegar menguatkan hati, ketika sabar menghiasi relung jiwa, itulah kondisi yang saya mengerti tentang kerelaan. Dan saya telah benar-benar mengerti bahwa hidup itu sendirilah kesempurnaan. Bahwa apa yang harus tetap digaungkan adalah rasa syukur. Untuk tetap berada disini. Untuk langkah yang semakin mantap. Untuk setiap hela nafas. Untuk sebentuk cinta yang hadir dari orang-orang terdekat. Untuk Kesempatan memilih serta memiliki.
Betul, itu semua yang menjadikan hidup terasa sempurna dengan segala ketepatan proporsi yang telah diatur oleh sang Maha.
Tuesday, February 15, 2011
Muhasabah Cinta-Fatima
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu
Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...
Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu
Back to Reff
Friday, January 21, 2011
It's All About Friend
Queen - You're My Best Friend lyrics
Ooo. you make me live
whatever this world can give to me
It's you, you're all I see
Ooo, you make me live now honey
Ooo, you make me live
You're the best friend
that I ever had
I've been with you such a long time
You're my sunshine
And I want you to know
That my feelings are true
I really love you
You're my best friend
Ooo, you make me live
I've been wandering round
But I still come back to you
In rain or shine
You've stood by me girl
I'm happy, happy at home
You're my best friend.
You're the first one
When things turn out bad
You know I'll never be lonely
You're my only one
And I love
The things that you do
You're my best friend
Ooo, you make me live.
I'm happy, happy at home
You're my best friend
You're my best friend
Ooo, you make me live
You, you're my best friend.
(Electric Piano - John Deacon)
Stevie Wonder - That's What Friends Are For lyrics
Verse 1
And I
Never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And than if you can't remember.....
Chorus
Keep smilin'
Keep shinin'
Knowin' you can always count on me
for sure
that's what friends are for
In good times
And bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Verse 2
Well you came and open me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you....
Ohhh and then
For the times when we're apart
Well just close your eyes and know
These words are comming from my heart
And then if you can't remember....Ohhhhh
(Repeat chorus 3x)
Disney - You've Got A Friend In Me Lyrics
You've got a friend in me
You've got a friend in me
When the road looks rough ahead
And you're miles and miles from your nice warm bed
You just remember what your old pal said
Boy, you've got a friend in me
Yeah, you've got a friend in me
You've got a friend in me
You've got a friend in me
You got troubles, I got 'em too
There isn't anything I wouldn't do for you
If we stick together we can see it through
'Cause you've got a friend in me
Yeah, you've got a friend in me
some other folks might
Be a little bit smarter than I am
Bigger and stronger too. Maybe
But none of them will ever love you
The way I do
it's me and you, boy
And as the years go by
Our friendship will never die
You're gonna see, it's our destiny
You've got a friend in me
You've got a friend in me
Yeah, you've got a friend in me
BESTEST FRIEND
When I cry you help me out
When I'm happy you hear me shout
When I grin you know I'm really mad
because you are my best friend
You can tell when I'm sad
You're there in thick and thin
You're my best friend
You hear me out when I want to talk
You help me out when I get mad
You are the bestest friend I've ever had
So hear me out when I say
You're the light in my day
You are the moon in my night
You shine very bright
You are the bestest friend I have
and I miss you
My Best Friend
Today I found a friend,
Who knew everything I felt.
She knew my every weakness,
And the problems I've been dealt.
She understood my wonders,
And listened to my dreams.
She listened to how I felt about life and love,
And knew what it all means.
Not once did she interrupt me,
Or tell me I was wrong.
She understood what I was going through,
And promised she'd stay long
I reached out to this friend
To show her that i care
To pull her close and let her know
How much I need her there
I went to hold her hand
To pull her a bit nearer
And realized that this perfect friend I found
Was nothing but my mirror.
Sumber : google.com
Monday, January 17, 2011
Surat Ad-Dhuha
1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik.
2. Dan demi malam apabila telah terasa sunyi,
3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,
4. Dan sesungguhnya akhir lebih baik bagimu dari permulaan.
5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu dia memberi petunjuk.
8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberi kecukupan.
9. Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
10. Dan terhadap orang yang minta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya.
11. Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (bersyukur).
Maha suci Allah dengan segala firman-Nya. Amin Ya Rabbalallamin.
Friday, January 14, 2011
Revisi Kuat Dan Sabar
1. Menerima; bisa berarti berserah diri, forgiving, tdk dendam. Ada kata mutiara yang bagus: "If you do not like it, change it and if you can't, do it, do not complain"artinya, jika kita tidak suka thd sesuatu, lakukan lah sesuatu, jika kita tidak mampu, lakukan dengan lapang dada, jangan mengeluh krn tidak ada yang bisa kita perbuat. Sbg contoh: ada seorang anak yang mengalami kecelakan tragis, dan harus kehilangan kedua lengannya. Ada 2 pilihan yang bisa dia ambil, dia bisa mengeluh dengan kondisinya, dan menyalahkan orang lain atas kecacatannya, atau dia bisa menerima kondisinya, karena tidak ada hal yang bisa diperbuat untuk mengembalikan kedua lengannya. Yang dipilihnya adalah yang kedua dan dengan tanpa lengan dia masih mau belajar piano dan memukau banyak orang. Itulah kisah nyata inspiratif dari Liu Wei sang pemenang China's Got Talent.
2. Positive Thinking, ini senjata yang ampuh untuk menghilangkan sifat mengeluh. Ingat ini: kehidupan selalu seimbang, setiap keadaan selalu mempunyai sisi buruk dan baik, black and white, yin dan yang, positif dan negatif. Jika kita mengalami cobaan yang berat, cobalah untuk selalu cari sisi positifnya, karena itu selalu ada, bahkan sewaktu kita mengira kita menjadi orang tersial di dunia.
3. Percaya, percaya jika mendapat cobaan yang berat kita bisa mencicipi hidup yang manis nantinya. Berakit2 ke hulu berenang2 ketepian, seekor ulat harus bersusah payah melewati celah kepompong yang sempit untuk menjadi kupu2 yang indah. Kita percaya ini rumus baku dalam kehidupan. Kepercayaan itu seperti kita mengayuh sepeda di padang rumput yang luas, kita mungkin tidak bisa melihat keadaan jalan turun atau naik, tetapi kita percaya, jika kita mengayuh dan terasa berat, berarti kita sedang naik, sedangkan jika terasa ringan, berarti kita sedang turun.
Salam,
Nurina Utami
Note : Tidak diubah, sesuai dengan email aslinya. Tadinya mau diubah kata-katanya jadi baku, tapi ya sudahlah biar apa adanya, hehehe :D
Wednesday, January 12, 2011
Kuat dan Sabar
1. Menerima
Kamu harus bisa 'menerima ' kondisi yang sedang kamu jalani saat ini kalau cuma bisa jalan ditempat, jika kamu ingin merubahnya kamu harus berjuang (fight) untuk mendapatkan yang kamu inginkan. Jika sudah menerima semua, tidak boleh mengeluh. Memang susah untuk tidak mengeluh, mengeluh boleh tapi jangan sampai merugikan atau menyakitkan diri sendiri maupun orang lain.
2. Positive Thinking, Berpikirlah selalu yang baik. Ketika kamu sedang dalam kondisi berat ibaratnya seperti jika kamu mengayuh sepeda dengan kondisi jalan yang menanjak, perlu tenaga ekstra untuk sampai tujuan. Tapi ketika kamu dalam kondisi biasa berarti jalan yang dilalui sedang menurun.
3. Percaya, kamu harus yakin untuk mempercayai kalau suatu hari nanti hidup kamu akan manis. Kalau kamu sudah tidak percaya, bagaimana hidup kamu akan manis. Percaya apa yang harus kamu jalani jika itu baik, bukan saja untuk diri kamu tetapi untuk semuanya juga. Percaya pada waktu yang akan membawa kamu mendapatkan kebahagian.
*Beside on long advice*
Salam,
Nurina Utami
Tuesday, January 11, 2011
9 Kebiasaan Menyegarkan Otak
VIVAnews - Rasa jenuh dengan aktivitas sama setiap harinya dapat menimbulkan depresi. Kebosanan ini juga bisa membuat otak Anda merasa 'kurang tertantang'. Jika Anda sering mengalami hal ini, jangan diam saja. Lakukan latihan berikut ini yang bisa membuat Anda seperti memiliki otak 'baru'.
Dorothea Brande, penulis dan editor asal Amerika Serikat yang terkenal dengan bukunya "Wake Up and Live and Becoming a Writer", menyarankan beberapa latihan mental untuk membuat pikiran Anda jadi lebih tajam. Latihan-latihan dimaksudkan untuk menarik Anda keluar dari kebiasaan dan rutinitas, memberikan Anda perspektif berbeda, serta menempatkan Anda dalam situasi yang membutuhkan akal serta kreativitas dalam memecahkan masalah.
Brande percaya, hanya dengan melakukan pengujian dan peregangan sendiri Anda mengembangkan kekuatan mental. Berikut sembilan latihan yang disarankan oleh Brande yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari Divine Caroline.
1. Habiskan satu jam setiap harinya dengan tidak berkata apa-apa. Kecuali, untuk menjawab pertanyaan secara langsung, di tengah-tengah kelompok, tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda merajuk atau sakit. Cobalah bersikap sebiasa mungkin.
2. Berpikirlan selama 30 menit setiap hari tentang satu subjek. Mulailah dengan berpikir dalam lima menit jika 30 menit terlalu lama.
3. Berbicaralah selama 15 menit per hari tanpa menggunakan kata "Aku", "Saya", dan "Milik saya".
4. Cobalah untuk diam di tengah keramaian
5. Lakukan kontak dengan orang baru dan biarkan ia menceritakan banyak hal soal dirinya tanpa ia menyadari.
6. Ceritakan secara eksklusif tentang diri sendiri dan kesenangan Anda tanpa mengeluh, membual atau membuat bosan teman Anda.
7. Buat rencana selama dua jam per hari dan lakukan rencana itu dengan konsekuen.
8. Buatlah 12 kegiatan yang dilakukan secara acak dan spontan. Misalnya, sepulang mendatangi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya lalu pulang bukan dengan naik taksi tetapi ojek. Atau, biasanya pada pagi hari Anda minum kopi, minumlah air putih atau jus. Usahakan kegiatan tersebut berbeda dari rutinitas Anda.
9. Dari waktu ke waktu, luangkan setiap harinya menjawab "Ya" untuk setiap permintaan orang lain, tapi tentunya yang masuk akal.
Sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20110110/tls-9-kebiasaan-menyegarkan-otak-34dae5e.html
Thursday, January 06, 2011
[Renungan] Ketika bisa berbicara
Ia akan berkata :
"waktu kamu masih anak-anak, kamu bagai teman sejatiku,dengan air wudhu kamu sentuh Aku,dalam keadaan suci kamu pegang Aku, kamu baca dengan lirih dan keras, skrg kamu semakin bertambah usia, nampaknya kamu sudah tidak berminat lagi padaku, apakah Aku bacaan usang? Yang tinggal sejarah? Sekarang kamu simpan Aku dengan rapi, km biarkan Aku sendiri, Aku menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu....Aku mohon peganglah Aku lagi,bacalah Aku setiap hari Karena Aku akan jd penerang dalam KUBURMU..!
Aku takut tidak bisa membaca Lagi
Karena Al-Quran pedoman dalam hidup
Aku takut lupa untuk membaca
Karena Al-Quran cahaya hidup
Bacalah karena Al-Quran memberi ketenangan.
Beri kekuatan iman agar masih bisa membacanya hingga akhir hayat. Amin
Wednesday, January 05, 2011
5 Masalah Umum Dialami Bayi Baru Lahir
VIVAnews - Banyak hal yang bisa dialami bayi baru lahir. Tak mengherankan jika sebagian hal dialami bayi membuat panik orangtua. Masalahnya, mulai dari bayi kuning, bayi menangis terus menerus dan infeksi tali pusat.
Namun sebenarnya, masalah-masalah tersebut wajar dialami bayi baru lahir, dan bisa hilang dengan sendirinya. Agar tidak langsung panik, Anda perlu tahu cara tepat menangani masalah-masalah yang umum terjadi pada bayi baru lahir.
Berikut tipsnya, seperti dikutip dari laman Methodsofhealing.com:
1. Kulit Bayi Kuning
Biasanya, bayi baru lahir menderita penyakit kuning, karena mereka memiliki terlalu banyak bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati (liver). Masalah ini menyebabkan bayi menguning di bagian mata dan kulit.
Kondisi ini termasuk masalah umum, yang mempengaruhi hampir 80 persen bayi baru lahir, selama minggu pertama hidup mereka. Masalah ini menyebabkan menguning di bagian mata dan kulit. Biasanya hari ketiga atau keempat kuning pada bayi masih tampak jelas terlihat dan reda hari ketujuh atau kesepuluh.
Penyakit ini tidak berbahaya. Untuk menanganinya, bayi hanya perlu dijemur di bawah terik matahari pagi secara rutin. Paparan sinar dan memberikan ASI terus menerus juga menjadi pengobatan sederhana, yang bisa membantu ekskresi bilirubin melalui urin. Namun jika bilirubin tinggi, bayi mungkin perlu pengobatan khusus seperti fototerapi.
2. Infeksi tali pusat
Saat masih di dalam rahim ibu, tali pusat bermanfaat menyediakan makanan bayi dan oksigen selama di dalam rahim. Setelah lahir, bayi tidak tergantung pada tali pusat sebagai penyalur makanannya. Saat lahir, tali ini akan dipotong.
Namun, perawatan tali pusat setelah dipotong harus dilakukan dengan hati-hati, karena area ini harus selalu bersih dan kering agar tidak terjadi infeksi. Jangan tutupi dengan kain, popok atau bahkan mengaplikasikan bedak untuk mengeringkannya. Potongan tali pusat akan mengerut, kering dan rontok dalam waktu kurang dari sebulan.
3. Bayi menangis terus menerus
Kolik atau bayi menangis selama berjam-jam hal yang wajar bagi bayi baru lahir. Hal ini terjadi karena bayi menelan udara saat mengambil napas. Udara ini lolos dari perut ke usus menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Kondisi ini hanya sementara. Jangan memberikan obat apapun, hingga bayi bersendawa.
Bersendawa akan membawa udara yang tertelan dan memberikan rasa lega pada bayi. Dan jangan panik jika bayi sering bersendawa atau cegukan setelah mengonsumsi ASI. Kondisi ini akan normal setelah bayi berusia tiga bulan.
4. Mata sulit dibuka
Kebanyakan bayi akan sulit membuka mata setelah lahir. Bahkan sering terlihat kotoran kental kekuningan dari mata. Hal ini terutama disebabkan oleh penyumbatan saluran air mata. Membersihkannya dengan hati-hati bisa membantunya membuka mata lebar.
Tapi gunakan kapas steril yang sudah direndam air mendidih dan dihangatkan untuk menghindari infeksi. Perlu diingat, jangan pernah mencampur kapas mata dengan kapas pembersih kotoran bayi.
5. Muntah
Muntah atau gumoh untuk sebutan pada bayi baru lahir lumrah terjadi ketika bayi mengalami kelebihan lendir di perut. Jika si kecil sering mengalami hal ini, cobalah memberinya makan dalam porsi kecil, namun sering, dan membiarkan bayi bersendawa setelah minum ASI. Cara ini bisa membantunya lebih lega.
Jika bayi mengalami demam dan muntah berulang kali, segera membawanya ke dokter. Anda juga harus memperhatikan, jangan sampai bayi mengalami dehidrasi. Berikan asupan cairan yang cukup.
Selain muntah atau gumoh, bayi juga kerap berketombe. Ketombe pada bayi biasa dikenal dengan sebutan 'cap cradle'. Biasanya berupa serpih kekuningan atau putih dan berkerak pada kulit kepala yang sulit untuk dihilangkan. Anda tidak perlu khawatir, karena kondisi ini tidak berbahaya. Jangan membatasi penggunaan minyak dan mencuci rambut bayi. Kondisi 'cradle cap' akan mereda dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi.
Sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20110103/tls-5-masalah-umum-dialami-bayi-baru-lah-34dae5e.html