CLOCK


Mutiara Harian

Tuesday, April 21, 2015

Sesama Islam Itu Saudara

sesama islam itu saudara~
Sesungguhnya ummat Islam yang beriman itu bersaudara:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10]
Orang-orang yang beriman itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, yang lain ikut merasakan sakit:
Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)
Ummat Islam itu saling menguatkan satu sama lain:
Hadis riwayat Abu Musa ra. dia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain. (Shahih Muslim No.4684)
Allah melarang ummat Islam untuk bercerai-berai:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,” [Ali ‘Imran 103-105]
Terkadang ada kelompok khawarij yang berusaha memecah-belah persatuan ummat Islam dengan sengaja fokus membahas masalah Khilafiyah dan Furu’iyah. Berbagai masalah yang cuma tercantum di hadits sengaja diperdebatkan panjang lebar meski pihak lain di luar kelompoknya punya hujjah hadits yang kuat dan sahih juga. Ujung-ujungnya, mereka menista ummat Islam di luar kelompoknya sebagai sesat, bid’ah, dan sebagainya.
Padahal jangankan Hadits, ayat Al Qur’an pun jika mutasyabihaat (tidak jelas artinya) dilarang untuk dicari maknanya sehingga menimbulkan perdebatan dan perpecahan. Silahkan baca:
“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara isi nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali ‘Imran 7]
Kenapa ummat Islam diserang dan dibantai di Afghanistan, Iraq, Palestina, dan sekarang di Myanmar?
Itu tak lepas dari kesalahan ummat Islam sendiri yang suka berbantah-bantahan dan saling bunuh sesamanya.
Lihat bagaimana ummat Islam di Libya saling bunuh sehingga yg berkuasa sekarang kelompok sekuler Liberal yg pro AS dan Israel.
Lihat bagaimana Suriah yang dulunya melawan Israel dan mendukung perjuangan Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina yg melawan Israel sekarang juga sibuk saling bunuh.
Begitu mudahkah ummat Islam diadu-domba hingga saling bunuh dan melupakan jihad untuk menyelamatkan saudarainya dari pembantaian kaum yg jelas2 kafir?
Politik Devide et Impera (Pecah Belah dan Kuasai) yang sudah diterapkan Belanda 400 tahun lalu rupanya tidak basi dan masih manjur untuk memecah belah ummat Islam.
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu…” [Al Anfaal 46]
Kelompok Khawarij ini tak segan-segan menista ummat Islam yang berbeda pendapat dengan mereka dengan berbagai sebutan yang mereka sendiri tidak suka. Padahal itu dilarang oleh Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 11-12]
“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)
Agar tidak berpecah-belah, hendaknya kita berpegang pada Al Qur’an dan Hadits.
Sabda Rasulullah Saw: “Aku tinggalkan padamu dua hal, yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.”(HR Ibnu ‘Abdilbarri)
Kemudian ikuti juga ijma’ (kesepakatan) para ulama Salaf (yang benar-benar Salaf/terdahulu) seperti Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’I, dan Imam Hambali. Para Imam tersebut meski kadang berbeda pendapat, namun tidak mengkafirkan atau saling cela satu sama lain. Para Imam itulah yang hendaknya kita ikuti:
“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan ummatku atau ummat Muhammad berkumpul (besepakat) di atas kesesatan” (Tirmidzi no.2093, Ahmad 6/396)
Tak jarang ummat Islam terpecah ke dalam kelompok-kelompok kecil yang saling bertikai satu sama lain. Mereka larut dalam fanatisme golongan (Ashobiyyah):
Ka’ab bin ‘Iyadh Ra bertanya, “Ya Rasulullah, apabila seorang mencintai kaumnya, apakah itu tergolong fanatisme?” Nabi Saw menjawab, “Tidak, fanatisme (Ashabiyah) ialah bila seorang mendukung (membantu) kaumnya atas suatu kezaliman.” (HR. Ahmad)
Bukan termasuk umatku siapa saja yang menyeru orang pada ‘ashabiyah (HR Abu Dawud).
Dalam hadits yang lain Nabi mengatakan bahwa orang yang mati dalam keadaan ashobiyah (membela kelompoknya, bukan Islam), maka dia masuk neraka.
Ada yang ashobiyyah dalam hal kebangsaan/nasionalisme. Hingga sesama Muslim karena beda Negara, Misalnya Malaysia dengan Indonesia, jadi saling ejek bahkan pernah perang sebelumnya. Padahal baik Negara Malaysia mau pun Indonesia 100 tahun lalu belum ada (Indonesia baru ada tahun 1945) dan 100 tahun ke depan pun belum tentu masih ada. Buktinya Timtim sudah lepas dan Negara Uni Soviet yang besar saja sudah runtuh. Sedang Islam, ribuan tahun tetap ada. Bahkan di akhirat pun insya Allah tetap ada.
Ada juga sebagian Muslim yang memecah-belah agama Islam jadi beberapa aliran. Tak jarang ada yang khawarij yang menyatakan hanya kelompoknya saja yang benar, sedang ummat Islam lain di luar kelompoknya mereka anggap sesat:
“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]
“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Al An’aam:159]
Mereka menamakan kelompoknya masing-masing dengan nama tersendiri selain Muslim. Dengan nama selain Muslim itulah mereka bangga-banggakan kelompoknya sambil menista kelompok lain. Padahal Allah telah menamakan kita sebagai Muslim:
هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ
Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..” [Al Hajj 67]
Padahal Allah menamai kita Muslim dan menyuruh kita berdoa agar diwafatkan sebagai seorang Muslim:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
“…Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” [Al A’raaf 126]
Oleh karena itu mari kita kembali ke jalan yang lurus.
Lupakan ashobiyyah / fanatisme golongan. Sebaliknya mari hidupkan ukhuwah Islamiyyah karena ummat Islam itu bersaudara dan seperti satu tubuh yang saling menguatkan satu sama lain. Tempatkan Islam di atas yang lain termasuk kepentingan kelompok.

Sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=394300200654197&id=364607503623467&fref=nf&pnref=story

Tuesday, March 24, 2015

Do’a Ketika Dipuji Orang Lain

Kita perlu hati-hati ketika dipuji orang karena pujian ini bisa membuat diri kita semakin ujub dan sombong. Oleh karenanya, sahabat yang mulia Abu Bakr Ash Shiddiq, yang terbaik setelah Rasul kita -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun berdo’a pada Allah agar dirinya lebih baik dari pujian tersebut. Ia pun meminta pada Allah agar tidak disiksa karena sebab pujian tersebut. Karena Allah lebih tahu isi hati kita, juga diri kita lebih tahu lemahnya diri kita dibanding orang lain. Jadi jangan terlalu merasa takjub dengan sanjungan orang apalagi diucapkan di hadapan kita.
Yang Diucap Oleh Abu Bakr
Ketika dipuji, Abu Bakr berdo’a,
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.
[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)
Sebagaimana disebutkan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, Al Auza’i mengatakan bahwa ketika seseorang dipuji oleh orang lain di hadapan  wajahnya, maka hendaklah ia mengucapkan do’a di atas.
Disebutkan pula oleh sebagian salaf bahwa jika seseorang dipuji di hadapannya, maka hendaklah ia bertaubatdarinya dengan mengucapkan do’a yang serupa. Hal ini disebutkan pula oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman.
Disebutkan pula dalam Adabul Mufrod karya Imam Al Bukhari mengenai hadits di atas ketika beliau sebutkan dalam Bab “Apa yang disebutkan oleh seseorang ketika ia disanjung.”
Begitu pula disebutkan dalam kitab Hilyatul Awliya’ karya Abu Na’im Al Asbahaniy bahwa ketika seseorang dipuji di hadapannya, hendaklah ia mengingkari, marah dan tidak menyukainya, ditambah membaca do’a di atas.
Ringkasnya, do’a di atas telah menjadi amalan para salaf sebagai suri tauladan yang baik bagi kita dalam beramal.
Hati-Hati dengan Rusaknya Amal
Hal di atas bukan hanya dilakukan oleh Abu Bakr, namun para salaf secara umum. Mereka tidak suka akan pujian. Karena mereka khawatir amalan mereka jadi terhapus karena selalu mengharap pujian.
Dalam hadits qudsi disebutkan,
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman: Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik. Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (artinya: tidak menerima amalannya, pen) dan perbuatan syiriknya” (HR. Muslim no. 2985). Imam Nawawi rahimahullahmenuturkan, “Amalan seseorang yang berbuat riya’ (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa” (Syarh Shahih Muslim, 18: 115).
Hati-hati pula dengan sifat ujub, yaitu takjub pada diri sendiri. Dalam hadits yang ma’ruf disebutkan,
ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (HR. Abdur Rozaq 11: 304. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3039).
Ujub juga tidak merealisasikan ‘iyyaka nasta’in’ (Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan). Karena ia merasa dirinya-lah yang berbuat.
Ditambah ujub pun dapat merusak amalan kebaikan. Sebagian ulama salaf, di antaranya Sa’id bin Jubair berkata,
إنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَيَدْخُلُ بِهَا النَّارَ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَيَدْخُلُ بِهَا الْجَنَّةَ يَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَيُعْجَبُ بِهَا وَيَفْتَخِرُ بِهَا حَتَّى تُدْخِلَهُ النَّارَ وَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَلَا يَزَالُ خَوْفُهُ مِنْهَا وَتَوْبَتُهُ مِنْهَا حَتَّى تُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ
Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal kebaikan malah ia masuk neraka. Sebaliknya ada pula yang beramal kejelekan malah ia masuk surga. Yang beramal kebaikan tersebut, ia malah merasa ujub (bangga dengan amalnya), lantas ia pun berbangga diri, itulah yang mengakibatkan ia masuk neraka. Ada pula yang beramal kejelekan, namun ia senantiasa takut dan ia iringi dengan taubat, itulah yang membuatnya masuk surga.” (Majmu’ Al Fatawa, 10: 294)
Ya Allah, bersihkanlah diri kami dari sifat tidak ikhlas dan merasa takjub pada diri sendiri. Jadikanlah kami lebih baik daripada yang mereka nilai dan janganlah siksa kami karena pujian mereka.
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
@ Bandara Soekarno Hatta-Jakarta, 23 Rabi’ul Akhir 1434 H

Sumber : http://rumaysho.com/amalan/doa-ketika-dipuji-orang-lain-3207

DOA KETIKA DIPUJI ORANG LAIN
Berhati-hatilah ketika kita dipuji orang. Pujian bisa jadi 'membinasakan' karena jika kita terlena, bisa-bisa kita terperosok ke dalam sifat ujub dan sombong.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri)." (HR. Abdur Rozaq 11: 304. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3039).
Sekarang, apa yang mesti kita ucapkan jika kita dipuji orang lain?
Berikut ini ada do'a yang diucapkan oleh sahabat Abu Bakar radhiallahu 'anhu ketika beliau dipuji:
Ketika dipuji, Abu Bakr berdo'a,
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
Allahumma anta a'lamu minni bi nafsiy, wa anaa a'lamu bi nafsii minhum. Allahummaj 'alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya'lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.
[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami'ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)
Sebagaimana disebutkan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman, Al Auza'i mengatakan bahwa ketika seseorang dipuji oleh orang lain di hadapan wajahnya, maka hendaklah ia mengucapkan do'a di atas.
Alhamdulillah, bertambah lagi satu do'a. Mari kita hafal dan kita amalkan...

Sumber : https://id-id.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/362167410549990

Wednesday, March 18, 2015

Buat Para Pecinta Buku, Inilah 12 Konsep Rak Buku yang Sederhana dan Keren

Sumber : 
http://www.satujam.com/buat-para-pecinta-buku-inilah-12-konsep-rak-buku-yang-sederhana-dan-keren/
Konsep 1
Rak buku dengan tulisan 'Read Your Book Case'
Rak buku yang membentuk tulisan ‘Read Your Book Case’
Konsep 2
Sederhana, kan?!
Sederhana, kan?!
Konsep 3
Untuk kamu yang suka musik, buat saja rak buku keren berbentuk gitar seperti ini.
Untuk kamu yang suka musik, buat saja rak buku keren berbentuk gitar seperti ini.
Konsep 4
Bukan cuma keren, rak buku ini juga terlihat modern.
Bukan cuma keren, rak buku ini juga terlihat modern.
Konsep 5
jika bosan dengan rak buku yang datar, buat saja rak buku yang melingkar
jika bosan dengan rak buku yang datar, buat saja rak buku yang melingkar
Konsep 6
Rak buku yang terisnpirasi dari batman. Cocok untuk penggemar superhero
Rak buku yang terisnpirasi dari batman. Cocok untuk penggemar superhero
Konsep 7
Rak buku yang tidak hanya nyaman, tetapi juga modern dan keren
Rak buku yang tidak hanya nyaman, tetapi juga modern dan keren
Konsep 8
Rak buku ini sangat sederhana, tetapi tidak mengurangi nilai seninya. Keren!
Rak buku ini sangat sederhana, tetapi tidak mengurangi nilai seninya. Keren!
Konsep 9
Pembuatan rak buku tidak rumit, tetapi terlihat modern dan berkelas.
Rak buku ini tidak rumit, tetapi terlihat modern dan berkelas.
Konsep 10
Rak buku ini akan memudahkan kamu dalam mengelompokkan buku mana saja yang sudah dan belum dibaca.
Rak buku ini akan memudahkan kamu dalam mengelompokkan buku mana saja yang sudah dan belum dibaca.
Konsep 11
Rak buku sederhana ini menjadi keren dengan sentuhan warna dan sedikit kreasi.
Rak buku sederhana ini menjadi keren dengan sentuhan warna dan sedikit kreasi.
Konsep 12
Rak buku berbentuk pohon ini adalah karya Olivier Dollé. Jika kamu ingin membuat rak buku seperti ini sebaiknya sesuaikan dengan tinggi tubuhmu.
Rak buku berbentuk pohon ini adalah karya Olivier Dollé. Jika kamu ingin membuat rak buku seperti ini sebaiknya sesuaikan dengan tinggi tubuhmu ya.

Waktu Terlarang untuk Tidur

Waktu Terlarang untuk Tidur


Tidur merupakan aktivitas yang memiliki esensi penting dalam kehidupan. Dengan kegiatan ini, tubuh yang lelah melakukan aktivitas seharian dapat  menjadi segar kembali. Idealnya  manusia memerlukan waktu tujuh sampai delapan jam sehari untuk tidur. Jika kurang dari waktu tersebut, maka akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Namun tidur berlebihan juga bisa memberikan berbagai efek buruk bagi kesehatan.

Waktu yang baik untuk tidur adalah pada malam hari terutama pada awal malam. Sementara pada siang hari merupakan waktu yang lazimnya digunakan untuk melakukan ativitas. Menurut penelitian, lima waktu terlarang untuk tidur berikut ini akan berdampak buruk bagi kesehatan jika tetap dilakukan.

1. Setelah Makan 
Tidur setelah makan memang menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Namun ini menjadi salah satu sumber penyakit yang dapat membuat kesehatan mulai dari berat badan hingga stroke.

Tidur setelah makan juga akan membuat rasa panas di dada, pasalnya sistem pencernaan akan bekerja keras, padahal tubuh tengah tidur untuk beristirahat. Langsung tidur setelah makan bisa memicu sakit maag, yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung sehingga menimbulkan rasa panas yang menyebar naik dari perut ke dada dan kadang sampai tenggorokan.

Langsung tidur setelah makan juga dapat meningkatkan peluang untuk mengalami stroke, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Ioannina Medical School di Yunani. Penelitian yang difokuskan pada 500 orang sehat, menemukan bahwa orang yang menunggu paling lama antara makan dan tidur berada di risiko terendah mengalami stroke.

2. Tidur Selepas Sholat Subuh dan Awal Pagi 
Bagi umat Muslim sering kali kembali tidur jika sudah menunaikan Sholat Subuh. Padahal tindakan ini akan menyebabkan terjadinya penyakit seperti sakit kepala,  sulit konsentrasi, kehilangan waktu produktif, lemah dan lesu. Cairan serebrospinal bergerak ke otak ketika tidur terlalu lama. Ini bisa menyebabkan sakit kepala akut hingga kebutaan

3. Tidur Pada Waktu Ashar
Dalam kajian psikologi, Tidur sore dapat mengganggu bioritme manusia normal, yang memicu perubahan negatif dalam hormon. Karena proses bangun setelah tidur sore sendiri membebankan stres tertentu pada tubuh, ini kemudian dapat mempengaruhi kadar gula darah, dan mungkin memprovokasi diabetes. Dan juga sinar ultraviolet saat matahari mengarah tenggelam tidak baik untuk syaraf diam.

Hasil penelitian yang disampaikan oleh salah satu anggotanya Dr. Alyssa Cairns saat yang dipresentasikan hasil penelitian pada Associated Professional Sleep Societies di Minneapolis, hasil penelitian dari yang dilakukan oleh  yang dilakukan terhadap 738 anak-anak yang berusia dua tahun ke atas menyimpulkan, anak-anak khususnya yang tidur sore terbukti sukar tidur malam dan gagal memainkan puzzle dan keterampilan organisasi. Akibat kebiasaan tidur di sore hari mereka 39 menit lebih lambat tidur malamnya daripada rekan sebaya yang tidak tidur siang/sore.

4. Tidur Sebelum Sholat Isya
Sebelum kita tidur pada malam hari lebih baik kita menunaikan sholat Isya pada waktunya terlebih dahulu, sebab kalau setengah kita suka melewatkan sehingga lupa untuk sholat dan sampai tertidur. Belum lagi jika terbangun pada malam hari, maka akan mengalami gangguan susah tidur. Hal ini tentu akan berdampak pada kesehatan, mengingat waktu yang baik untuk tidur adalah malam hari.

Sumber : http://infoyunik.blogspot.com/2015/02/waktu-terlarang-untuk-tidur.html

UKURAN TRUK DAN CONTAINER

Truk Box Ban Dobel - 6 Roda :
Ukuran Box : 400 cm x 190 cm x 185 cm
Volume : 14 kubik
Berat Maksimal Muat : 4.000 kg / 4 Ton

Truk Bak Ban Dobel - 6 Roda :
Ukuran Box : 400 cm x 200 cm x 190 cm
Volume : 15 kubik
Berat Maksimal Muat : 4.000 kg / 4 Ton

Truk Fuso Engkel Bak :
Ukuran Bak : 600 cm x 225 cm x 220 cm
Volume : 29 kubik
Berat Maksimal Muat : 7.000 kg / 7 Ton

Truk Bak Tronton :
Ukuran bag. dalam box : 700 cm x 240 cm x 210 cm
Volume : 34 kubik
Berat Maksimal Muat : 12.000 kg - 12 Ton

Truk Wing Box Tronton :
Ukuran bag. dalam box : 885 cm x 240 cm x 210 cm
Volume : 45 kubik
Berat Maksimal Muat : 18.000 kg / 18 Ton

Kontainer Ukuran 20 Feet :
Ukuran Luar : 6.058 X 2.438 X 2.591 M
Ukuran Dalam : 5.919 X 2.340 X 2.380 M
Volume : 33 kubik
Berat Maksimal Muat : 20 TON

Kontainer Ukuran 40 Feet :
Ukuran Luar : 12.19 X 2.43 X 2.59 M
Ukuran Dalam : 12.04 X 2.30 X 2.37 M
Volume : 67 kubik
Berat Maksimal Muat : 27 TON

Ukuran Peti kemas / container
Container 20’ Dry Freight (20 feet)
Ukuran luar             : 20’ (p) x 8’ (l) x 8’ 6” (t)
Atau
: 6.058 x 2.438 x 2.591 m
Ukuran dalam         : 5.919 x 2.340 x 2.380 m
Kapasitas                : Cubic Capacity         : 33 Cbm
Pay Load                   : 22.1 ton
Container 40’ Dry Freight (40 feet)
Ukuran luar             : 40’ (p) x 8’ (l) x 8’ 6” (t)
Atau
: 12.192 x 2.438 x 2.591 m
Ukuran dalam         : 12.045 x 2.309 x 2.379 m
Kapasitas                : Cubic Capacity         : 67,3 Cbm
Pay Load                   : 27,396 ton
Container 40’ High Cube Dry
Ukuran luar        : 40’ (p) x 8’ (l) x 9’ 6” (t)
Atau
: 12.192 x 2.438 x 2.926 m
Ukuran dalam         : 12.045 x 2.347 x 2.684 m
Kapasitas                : Cubic Capacity         : 76 Cbm
Pay Load                   : 29,6 ton

Ukuran muatan dalam pembongkaran/pemuatan kapal peti kemas dinyatakan dalam TEU (twenty foot equivalent unit). Oleh karena ukuran standar dari peti kemas dimulai dari panjang 20 feet, maka satu peti kemas 20’ dinyatakan sebagai 1 TEU dan peti kemas 40’ dinyatakan sebagai 2 TEU atau sering juga dinyatakan delam FEU (fourty foot equivalent unit)
Truk merupakan sebuah kendaraan transportasi yang juga masuk kategori alat berat. Truk adalah kendaraan angkutan jalan raya dengan spesifikasi tertentu yang dipergunakan untuk mengangkut barang dalam ukuran besar dan berat. Sebagai kendaraan berat, truk harus memenuhi persyaratan dalam rancang bangun sesuai dengan sertifikat rancang bangunnya.  Dengan demikian, ketika menentukan karoseri untuk sebuah truk tidak bisa sembarangan. Hal ini diatur dengan mempertimbangkan masalah keselamatan baik pengendara, barang yang dibawa maupun sesame pengendara di jalan raya.Truk sebagai alat angkut memiliki daya angkut maksimal yang diijinkan. Daya angkut setiap truk dipertimbangkan berdasarkan beberapa variabel antara lain kekuatan ban, jumlah ban, muatan sumbu, jumlah sumbu dan daya dukung jalan. Maka jika daya dukung jalan sebuah truk memungkinkan, maka daya angkut maksimal truk semakin bertambah sesuai dengan jumlah sumbu. Semakin banyak jumlah sumbunya, semakin besar pula daya angkutnya. 

Berikut beberapa jenis truk berikut ukurannya:
Truk pick up
ukuran panjang : 2 - 3 mtr, lebar: 1 - 1,8 mtr ,tinggi : 1 - 1,8 mtr, kapasitas muatan 1 - 2 ton





Truk Colt Diesel
ukuran panjang : 3-4 mtr, lebar:1 - 2 mtr ,tinggi : 1,5 - 2 mtr,
kapasitas muatan 2 - 3,5 ton




Truk Engkel Fuso
ukuran panjang : 6-7 mtr, lebar: 2,3 - 2,5 mtr ,tinggi : 2 - 2,5 mtr, kapasitas muatan 7-15 ton





Truk Tronton
ukuran panjang : 7-9 mtr, lebar: 2,2 - 2,5 mtr ,tinggi : 2,3 -2,5  mtr, kapasitas muatan 25 -30 ton


Truk Gandeng
ukuran panjang : 2x  :6/7 mtr, lebar:2,3 -2,5  mtr ,tinggi : 2-2,5 mtr, kapasitas muatan 15-25 ton





Truk Bilt up
ukuran panjang : 9 -12 mtr, lebar: 2,2 - 2,5 mtr ,tinggi : 2,3 -2,5  mtr, kapasitas muatan 30 -35 ton





Truk Wing box
ukuran panjang : 7-9 mtr, lebar: 2,2 - 2,5 mtr ,tinggi : 2,3 -2,5  mtr, kapasitas muatan 25 -30 ton





Truck Pengangkut Kontainer / Trailer
Ukuran 20 feet, Panjang 6 meter, Kapasitas 18 Ton
Ukuran 40 feet, Panjang 12 meter, Kapasitas 28 Ton